Dua WNI Luput dari Hukuman Mati di Malaysia

KUALA LUMPUR, JIA XIANG – Dua Warga Negara Indonesia (WNI) luput dari hukuman mati karena tidak terbukti menyelundupkan shabu seberat 7,6 kilogram. Mereka, Burhanuddin (73) dan Sahbirin Siregar (54), dibebaskan dari segala tuntutan hukum oleh pengadilan di Malaysia, Senin (4/8/14).
Mereka dituduh menyelundupkan shabu seberat 7,6 kilogram setelah Polis Marin Pelabuhan Klang Malaysia menangkap keduanya pada Agustus 2012. Dua WNI ini merupakan anak buah kapal (ABK) yang berlayar dari Tanjung Balai Asahan menuju Port Klang untuk memasok barang-barang bekas yang akan dijual ke Indonesia. Polisi menangkap Burhanuddin, Sahbirin dan nahkoda kapal bernama M. Nur (63) karena menemukan tas berisi shabu di balik ruang mesin kapal tersebut.
Di persidangan, M. Nur mengaku bersalah. Dia dijatuhi hukuman 20 tahun penjara, dan terlepas dari hukuman sebat rotabn (dipukul dengan rotan) mengingat usianya yang di atas 60 tahun. Kesaksian M. Nur terdapat dua rekannya itu, dinyatakan bahwa Burhanuddin dan Sahbirin tidak bersalah.
Dalam siaran pers KBRI Kuala Lumpur, Senin (4/8/14), sejak terjadinya kasus ini , pengacara KBRI terus mengawal dan mendampingi serta memberi bantuan hukum kepada dua terdakwa: Burhanuddin dan Sahbirin. Selama pendampingan, KBRI mengajukan plea bargaining berisi usulan dan desakan agar Jaksa menghapus tuduhan kepada dua terdakwa, yang diperkuat oleh pengakuan M. Nur.
Berdasarkan fakta persidangan, Burhanuddin dan Sahbirin dinyatakan tidak bersalah karena terbukti hanya bertindak sebagai ABK yang tidak tahu menahu tentang tas berisi narkoba.
KBRI Kuala Lumpur mengimbau WNI atau ABK agar senantiasa berhati-hati terhadap upaya penyelundupan narkotika dan obat berbahaya (narkoba). Karena jika terbukti bersalah, tersangka dapat dijatuhi hukuman mati. Diingatkan, kasus yang diduga melibatkan sindikat narkoba internasional yang terkait di Malaysia dan di Indonesia cenderung meningkat dengan menggunakan para ABK sebagai kurir perdagangan narkoba. [JX/W5]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here