Dugaan Suap Warnai Terpilihnya Tokyo

TOKYO, JIA XIANG – Pemerintah Jepang akan memeriksa para pejabatnya yang menangani pencalonan Tokyo sebagai tuan rumah Olimpiade 2020.

Juru Bicara Pemerintah Jepang, Yoshihide Suga menyatakan hal itu, Jumat (13/5/16) di Tokyo, setelah para penyelidik Perancis menyatakan adanya dugaan pembayaran ilegal terkait proses pencalonan itu.

Menurut Yoshihide, pemerintah akan menyelidiki dugaan itu dan mengungkap semua fakta hasil temuannya.

Penyelidik Perancis menduga adanya aliran dana senilai 2 juta dollar AS ke rekening  putra mantan pejabat Asosiasi Federasi  Atletik Internasional, Lamine Diack.

Pembayaran itu diduga untuk memuluskan jalan bagi Tokyo sebagai tuan rumah pesta olahraga dunia tahun 2020.

Diack pada tahun 2013 adalah anggota Komite Olimpiade Internasional. Pada waktu itu, Tokyo mengalahkan Kota Madrid, Spanyol,  dan Istanbul, Turki, dalam pencalonan Olimpiade tahun 2020.

Namun menurut mantan Ketua Komite Pencalonan Tokyo, Tsunekazu Takeda, pembayaran itu adalah sah sebagai imbalan jasa konsultasi.

Diack dan putranya kini  sudah  menghadapi dakwaan korupsi  di Perancis dan pihak berwenang di negara itu terlibat dalam penyelidikan kasus tersebut, sebab diduga uang tersebut diputihkan di Perancis. [JX/BBC/The Guardian/Eka]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here