Ekspor Perak Naik 6,25 Persen

Denpasar, Jia Xiang – Ekspor hasil kerajinan berbahan baku perak dari Bali selama sepuluh bulan periode Januari-Oktober 2013 meningkat 6,25 persen menjadi 19,02 juta dolar AS dari periode yang sama tahun sebelumnya tercatat 17,10 juta dolar AS.

Kepala Biro Humas Pemerintah Provinsi Bali, I Ketut Teneng, Rabu (22/1/14) mengatakan, volume ekspor bertambah 14,93 persen dari 4,99 juta unit (pcs) pada 10 pertama 2012 menjadi 5,73 juta unit pada periode yang sama 2013.

Menurut Ketut Tenang, unit usaha industri kecil berbahan baku perak sebagian besar ditekuni masyarakat Desa Celuk, Kabupaten Gianyar, yang mampu memberikan kontribusi sebesar 4,77 persen dari total ekspor Bali senilai 398,75 juta dolar AS.

Perajin yang berderet di sepanjang jalan menuju wilayah timur pulau Dewata itu memproduksi berbagai jenis cindera mata berbahan baku perak dalam berbagai jenis rancang bangun yang unik dan menarik.

Hasil produksi sentuhan tangan-tangan terampil perajin Bali itu berupa aneka jenis perhiasan untuk wanita dari semua umur, berupa cincin, kalung, perhiasan telinga dan anggota tubuh lainnya.

Ketut Teneng menambahkan, cindera mata dari bahan baku perak yang menembus pasaran luar merupakan salah satu dari 17 jenis hasil kerajinan industri skala rumah tangga yang mampu menembus pasaran global.

Ekspor kerajinan perak Bali selama ini paling banyak ditujukan ke pasaran Singapura yang mencapai 28,83 persen, menyusul Hong Kong 17,93 persen dan Amerika Serikat 13,09 persen.

Selain itu juga menjangkau pasaran Australia 14,43 persen, Jepang 0,18 persen, Prancis 0,34 persen, Belanda 8,10 persen, Inggris 1,86 persen dan Jerman 2,01 persen. Sisanya 13,23 persen ke berbagai negara lainnya di belahan dunia.[Ant/U1]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here