FIFA Harus Berantas Korupsi

ZURICH, JIA XIANG – Calon presiden organisasi sepakbola Sedunia, FIFA, Pangeran Ali Al Hussein dari Yordania, memperingatkan bahwa FIFA tidak akan dapat memimpin persepakbolaan dunia secara kredibel jika tidak berbenah diri dan memberantas korupsi dalam tubuh organisasi.Sepp Blatter, yang menjabat sebagai presiden FIFA terlama, dipaksa mundur setelah organisasi itu dilanda skandal tahun lalu. Presiden baru akan dipilih tanggal 26 Februari dari lima calon.
Pangeran Ali Al Hussein, salah satu calon itu, menambahkan, pemilihan presiden baru ini akan menjadi kesempatan terakhir bagi FIFA untuk meninggalkan masa lalu yang penuh pergolakan dan memalukan, serta membuka lembaran baru. Dia juga memperingatkan, tidaklah mungkin lagi untuk menjalankan semuanya seperti yang sudah-sudah. Perubahan yang nyata dan visibel dalam kultur organisasi harus dilaksanakan untuk mencegah situasi menjadi lebih buruk.
“Jika kita tidak melakukannya, kekuatan-kekuatan luar yang selama ini mempengaruhi FIFA akan menjadi kian kuat. Pemerintah negara-negara anggota harus meningkatkan penyidikan, lebih banyak sponsor akan mundur, dan lebih banyak pemasukan yang akan hilang,” tegas Ali.
Amerika Serikat telah mengadili 14 pejabat FIFA dengan dakwaan penipuan, komplotan kejahatan, dan pencucian uang. Sedangkan pihak berwenang Swiss telah melancarkan penyidikan pidana terkait penunjukkan kontroversial Rusia dan Qatar sebagai tuan rumah turnamen Piala Dunia tahun 2018 dan 2022.
Menurut Ali, rencana reformasi yang diusulkannya akan membuat FIFA menjadi sebuah organisasi yang transparan, etis, dan demokratis yang bertanggung jawab kepada pemerintah, asosiasi, dan publik.
Sebagai awal, dia mengusulkan pembatassan masa jabatan yaitu dua tahun untuk presiden FIFA dan anggota Komisi Eksekutif. Dia juga akan mengungkapkan gaji para pejabat tinggi FIFA. Jika terpilih, tambahnya,dia segera menghubungi Jaksa Agung Swiss dan Amerika Serikat untuk menawarkan kerja sama guna menyelesaikan penyidikan secepat-cepatnya.
Pangeran Ali mengatakan, kepresidennya tidak akan lagi diselimuti ketakutan dan intimidasi. Sejumlah 209 anggota FIFA tahu bahwa FIFA sedang krisis. Pemilihan presiden FIFA tanggal 26 Februari, tambahnya, sangat penting karena akan menentukan apakah sekelompok kecil orang-orang kuat akan menyandera FIFA. [JX/VOA/Eka]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here