Final Liga Eropa, Mampukah Manchester United Taklukkan atas Ajax?

Jose Mourinho (Foto: JX/Getty Images)

SOLNA, JIA XIANG – Banyak pihak termasuk Gary Navile, mantan pemain Manchester United,  Selasa (23/5/17) berkomentar bahwa sangat berat  bagi klub itu untuk menjuarai Liga Eropa tahun ini. Beban itu baik teknis tim, terkait pemain, dan non teknis, berhubungan dengan kontrak sponsor di musim depan.

Apalagi kota Manchester dikejutkan dengan petistiwa bom bunuh diri di Manchester Arena, seusai konser penyanyi Amerika Serikat, Ariana Grande, Senin (22/5/17) malam waktu setempat, yang menewaskan 22 orang dan sekitar 50 lainnya luka-luka. Namun justru United sebaliknya, mereka begitu semangat  dan dengan gembira ingin menang di ajang final Liga Eropa.

Untuk itulah United menyatakan siap menghadapi Ajax Amsterdam yang digelar di Friends Arena, Solna, Swedia, Rabu (24/5/17)  malam atau  Kamis dini hari pukul  01.45 WIB.

Sepak bola bukan sekedar mengoper bola, menembus pertahanan lawan, merancang lini pertahanan yang kokoh, mengalirkan serangan yang berbuah gol, melainkan menyiratkan kerjasama tim dan menggalang persaudaraan atas nama nilai kemanusiaan.

Dengan demikian, ganjil rasanya kalau ada sosok di bawah kolong langit mengajukan pertanyaan, mengapa sepak bola berada di relung hati umat manusia sejagat?

Tampaknya memang United harus pintar-pintar menurunkan skuat intinya menghadapi Ajax, sebab ada beberapa pemain kunci mereka yang justru cidera atau dalam kondisi kurang bugar. Bukan cuma itu, United kini berada di posisi enam klasemen Liga Inggris di musim ini, dan dipastikan tidak lolos ke Liga Champions tahun depan.

Karena itu, menjadi motivasi besar bagi para pemain United untuk bisa menang di Liga Eropa ini. Dengan kemenangan ini mereka bisa lolos ke Liga Eropa tahun mendatang.  Posisi enam ini memang pahit bagi Manajer  United, Jose Mourinho.

Tampaknya beban kini lebih besar di pundak Mourinho. Dan tidak heran bila dia ingin melunasi utangnya di kompetisi dalam negeri, dengan mengalahkan Ajax dan menjadi juara Liga Eropa 12016-2017.

MU akan tampil mengenakan ban hitam, yang melilit di lengan, siap  menghadapi serangan Ajax  Amsterdam yang dilatih Peter Bosz. Artinya kini  Ajax juga disebutkan siap untuk menekan dan tanpa memberi ruang sedikit pun bagi pemain United untuk bergerak.

Peter Bosz (Foto: JX/ESPN FC)

Yang pasti Mourinho sudah berpengalaman menghadapi  permainan lawan yang  terus menekan. Mourinho pun juga sudah memiliki pemain yang siap menggantikan rekan mereka yang cidera atau dalam kondisi kurang fit.

Ajax maupun United menghadapi kendalam pemain yang bukan saja cidera, tetapi terkena sanksi larangan bermain. Di kubu Ajax Nick Viergever yang membantu pertahanan bersama Davinson Sanchez, kali ini harus duduk manis di kursi pemain, karena terkena larangan bertanding. Begitu pula di United, Eric Bailly masih terkena larangan bermain.  Posisinya di bek tengah akan diisi oleh Phil Jones.

Ajax tampaknya tidak dapat menurunkan bek kiri mereka Delay Singraven, namun posisinya akan diganti Jairo Riedeweld. Yang mengejutkan, mungkin tim dari Belanda ini akan menurunkan pemain muda di usia rata-rata 22 tahun. Tentu diharapkan mereka memiliki stamina yang jauh lebih baik, untuk permainan menekan dan bergerak ke mana pun dan menutup ruang peman United.

Namun Mourinho tidak habis akal, sebab dia memiliki pemain tangguh dan mengandalkan gelandang serang  terbaik mereka yaitu Paul Pogba yang tampaknya akan ditopang oleh tandemnya yaitu Ander Herrera dan Michael Carrick. Bukan tidak mungkin Mourinho juga menurunkan Chris Smalling dan Marouane Fellaini sejak babak pertama, guna memperkuat daya gedor mereka.

Sangat disayangkan bahwa pemain kunci seperti ujung tombang Zlatan Ibrahimovic masih cedera lutut, sementara Marcos Rojo (cedera lutut), Timothy Fosu-Mensah, Luke Shaw (cedera engkel), Rojo Young (cedera hamstring) ,  dan Ashley Young masih dalam kondisi belum fit.

Jadi, ini adalah pertemuan kedua tim yang pertama sejak 2012. Tidak heran bila para pemain Amsterdam ini siap mengerahkan tekanan ke pertahanan United. Namun United tidak akan tinggal diam, sebab  sebelum turun di laga final ini, United mengantongan catatan luar biasa, tak terkalahkan dalam 10 laga Liga Eropa. Namun kali ini mereka tidak bisa terbuai oleh kemenangan itu, saatnya mereka untuk lebih berhati-hati, terutama menghadapi tekanan Ajax.

Sedangkan Ajax justru sebaliknya, mereka tidak terlalu Gemilang di musim ini. Ajax hanya mengantongi enam kali menang dari enam pertandingan.  [JX/berbagai sumber/Eka]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here