FKUB DKI Deklarasi Kampanye Pilgub JakartaTanpa Isu SARA

Plt Gubernur DKI Jakarta, Sumarsono. (Foto: JX/Eka)

JAKARTA, JIA XIANG – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) DKI Jakarta mendeklarasikan kampanye Pemilihan Gubernur (Pilgub) damai tanpa isu Suku Agama Ras dan Antar Golongan (SARA). FKUB telah melakukan pencermatan dan diskusi tentang penggunaan isu SARA untuk mendukung atau menolak calon Gubernur yang akan maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI pada Februari 2017 mendatang.

“Deklarasi yang disampaikan meminta seluruh komponen seluruh komponen dan masyarakat Jakarta untuk menjaga situasi tetap aman,” kata Ketua FKUB DKI Jakarta, Ahmad Syafi’I Mufid, di Balai Kota Jakarta, Rabu (2/11/16).

FKUB berharap dengan deklarasi hari ini, dapat mengajak warga Jakarta menjaga situasi aman dan damai dalam menghadapi momen Pilkada DKI. “Pilkada ini rutin dilakukan, jangan sampai menggunakan cara-cara yang tidak baik, terutama menggunakan isu SARA,” ujar Ahmad.

Terkait hal itu, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Sumarsono menjelaskan pertemuannya dengan FKUB merupakan agenda yang juga tugasnya. Sebagai Plt Gubernur, dia harus menciptakan Pilkada yang aman dan damai.

“Memang jadwal saya, (pertemuan) ini bagian dari silaturahmi. Kami ingin mendengarkan persoalan di Jakarta dari tokoh-tokoh ini, mungkin ada pandangan yang berbeda,” papar Soni, sapaan karib Sumarsono, di Balai Kota Jakarta, pada hari yang sama.

Ia berharap dapat mengajak semua pihak untuk membangun Jakarta yang aman dan damai menjelang Pilkada DKI yang akan digelar tahun depan. “Sebagai Gubernur DKI Jakarta, saya mengajak semua pihak termasuk FKUB, membangun Jakarta yang damai,” pungkasnya.

Adapun tokoh-tokoh yang menandatangi imbauan FKUB DKI Jakarta, adalah Ketua FKUB DKI, KH. Ahmad Syafi’I Mufid, Sekretaris FKUB DKI, KH. Taufiq Rahman Azhar, SH. , MUI DKI Jakarta, Dr. KH. Syamsul Ma’arif, Keuskupan Agung Jakarta, Romo Samuel Pangestu Pr., PGIW DKI Jakarta, Pdt. Rentong, WALUBI DKI Jakarta, Pdt. Liem Wirajaya, PHDI DKI Jakarta, Pedanda Panji Soegata, MATAKIN DKI Jakarta, Xs. Djaengrana Ongawijaya.

Berikut lima imbauan tercantum dalam Deklarasi FKUB:

1. Penggunaan isu SARA dalam kampanye Pilkada haruslah dihindari, karena hanya akan menimbulkaan perpecahan dalam masyarakat yang dapat mengganggu kerukunan umat beragama yang sudah terpelihara dan terbina selama ini.

2. Pimpinan Daerah/Gubernur DKI Jakarta dipilih untuk mengemban amanah rakyat dalam mewujudkan Jakarta damai yang rukun, aman, dan sejahtera. Amanah ini tidak akan terlaksana bila para Cagub dan Cawagub serta pendukung-pendukungnya tidak menjaga suasan Ibukota Jakarta yang telah rukun selama ini.

3. Kami juga mengimbau kepada seluruh umat beragama di DKI Jakarta untuk tetap tenang menjalankan kehidupan sehari-hari dan tidak larut dalam suasana politik Pilkada yang tidak sejuk.

4. Kami mengimbau seluruh Cagub dan Cawagub mengedepankan sikap kenegarawanan serta menjaga seluruh pendukung-pendukungnya agar mematuhi hukum dan perundangan yang berlaku.

5. Agar pendukung-pendukung Cagub dan Cawagub tidak menggunakan cara-cara yang bertentangan dengan Dasar Negara Pancasila dan membantu menciptakan suasana rukun dan damai, sehingga dapat terpilih Gubernur DKI Jakarta, sebagaimana yang diharapkan oleh seluruh warga kota Jakarta, dan seluruh masyarakat DKI Jakarta untuk saling bahu membahu menjaga suasana rukun dan damai ini.[JX/Cka/W5]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here