Friksi Perdagangan dengan AS, Jadi Tantangan Ekonomi Cina di 2017

(Foto: JX/Chinadaily/Eka)

BEIJING, JIA XIANG –  Pertumbuhan ekonomi Cina di 2017 tampaknya akan sama dengan yang terjadi pada tahun 2016. Tetapi potensi friksi perdagangan dengan Amerika Serikat akan menjadi tantangan bagi para pembuat kebijakan di negeri tirai bambu itu.

Demikian pandangan para analis ekonomi dalam sebuah diskusi bertema Perkiraan Ekonomi Cina di 2017,  Kamis (5/1/17) atau Jumat (6/1/17) WIB, di Bursa Saham New York,  yang diselenggarakan oleh Komisi Nasional urusan Hubungan AS-Cina dan Pusat Penelitian Ekonomi Cina Universitas Peking.

Tahun lalu ada pesimistis mengenai prospek ekonomi Cina, tetapi negara itu memperlihatkan kinerja yang stabil dengan pertumbuhan GDP tampaknya antara 6,5 persen – 6,7 persen, ujar Stephen Orlins, Presiden Komisi Nasional urusan Hubungan AS-Cina pada forum itu.

Sedangkan menurut Kepala Ekonom perusahaan sekuritas China Everbright Securities Co Ltd, Xu Gao, tampaknya asumsi tahun lalu akan terulang lagi  pada tahun 2017.  Dan para pembuat kebijakan berupaya mempertahankan stabilitas pertumbuhan GDP sekitar 6,5 persen di tahun 2017.

Namun kinerja yang kuat di tahun 2017 untuk pasar saham Cina diprediksi oleh Huang Haizhou, Direktur Pelaksana China International Capital Corp. Menurut dia, pertumbuhannya akan mencapai 6,7 persen.

Namun demikian sambil merujuk pada pemerintahan AS yang baru di bawah Presiden Terpilih Donald Trump, dalam dua minggu ke depan, Nicholas Lardy, dari Peterson Institute for International Economics, menjelaskan bahwa potensi perselisihan perdagangan atau bahkan perang dagang bisa menjadi tantangan bagi ekonomi Cina. [JX/Chinadaily/Eka]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here