Furnitur Indonesia Ramah Lingkungan

Pose bersama di The Wave of Mozaik 2016 (dari kiri ke kanan): Andre Sundriyo - Ketua Penyelenggara IFFINA Furniture Indonesia & Mozaik Indonesia 2016, Triawan Munaf - Ketua Badan Ekonomi Kreatif, Ernst K Remboen - Presiden Direktur Traya Indonesia, M Taufik Gani - Ketua Umum ASMINDO, Diana Nazir - Yayasan Art+Design Indonesia dan Kurator Area Trend Mozaik Indonesia 2016. (Foto: Ist./W5)

JAKARTA, JIA XIANG – Komitmen IFFINA Furniture Indonesia dan Mozaik Indonesia 2016 menghadirkan produk-produk yang legal dan ramah lingkungan, dalam pameran selama empat hari (10-13 Maret 2016) di Jakarta Convention Center, memperoleh apresiasi dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang peduli kepada kelestarian alam dan lingkungan. Pameran ini mendapat dukungan penuh dari World Wildlife Fund (WWF).

Ketua Umum Asmindo M. Taufik Gani mengemukakan Legalitas kayu merupakan salah satu isu sensitif dalam industri furnitur dan kerajinan Indonesia, terutama bagi buyers dari negara-negara besar. Sebagai pameran yang berfokus pada pasar Business to Business (B2B) Internasional, IFFINA Furniture Indonesia & Mozaik Indonesia 2016 juga berkomitmen penuh dengan menghadirkan produk legal dan ramah lingkungan..

“Industri furnitur memiliki kepelikan tersendiri, karena produk-produk yang dihasilkan mayoritas berbahan dasar kayu yang notabene bersumber dari pohon/ hutan. 97% anggota ASMINDO telah memiliki Sistem Verifikasi dan Legalitas Kayu (SVLK), sisanya sedang proses perizinan ataupun anggota yang hanya bermain di pasar lokal (tidak aktif untuk ekspor). Bahkan, perusahaan-perusahaan industri furnitur yang cukup besar turut menanam pohon dan memiliki hutan sendiri sehingga tidak merusak lingkungan,” ujar Taufik.

Apresiasi juga disampaikan oleh Ketua Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf, saat berkunjung ke pameran ini, pekan lalu. Dia memuji penyelenggara atas inisiatifnya dalam mengkolaborasikan desainer dengan pengusaha industri furnitur dan kerajinan Indonesia.

Diana Nazir dari Yayasan Art+Design Indonesia dan Kurator Area Trend Mozaik Indonesia menambahkan, Mozaik Indonesia 2016 tidak hanya menjadi ajang eksibisi tetapi juga sebagai ajang belajar-mengajar dan proses mengkoneksikan desain yang bersifat kreatif dengan industri yang bersifat komersil.

“Kami menghadirkan desainer lokal baik yang sudah berkibar di mancanegara seperti Saniharto dan Hadiprana maupun desainer pemula berpotensi dengan konsep sejarah desain sampai dengan trend 2017 yang berdampingan secara harmonis dengan furnitur dan kerajinan di IFFINA Furniture Indonesia,” paparnya. [JX/W5]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here