G20 Diharapkan Pacu Pertumbuhan Global

KTT G20 (Foto: JX/Xinhua)

HANGZHOU, JIA XIANG – Pertemuan ke 11, negara-negara anggota G20 diharapkan dapat membukan langkah baru untuk memacu pertumbuhan dan ekonomi global yang lebih efisien, demikian ungkap beberapa pakar mengenai pertemuan tersebut di Hangzhou.Pada pertemuan tersebut, yang dibuka Presiden Xi Jinping, hari Minggu (4/8/16), disebutkan bahwa tantangan terbesar negara-negara tersebut adalah mengatasi berbagai kesulitan ekonomi dunia yang sudah terjadi sejak merebaknya krisis finansial tahun 2008, ungkap Jose Angle Gurria, Sekjen Organisasi Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD), kepada Xinhua dalam wawancaranya minggu ini.
Sedangkan menurut Neil Renwick, guru besar bidang Keamanan global pada Universitas Coventry Inggris, prioritas terbesar bagi KTT G20 ini adalah membawa kembali anggota ini kepada strategi sistem perencanaan jangka panjang dan menengah, ketimbang harus mengatasi krisis setiap saat.
Katanya, KTT ini, sangat penting terutama menyangkut konsensus membangun, mendirikan jalan tengah yang dapat melancarkan roda pembangunan di tengah kekacauan dunia dan kompleksnya persoalan sistem finansial dan ekonomi.
Sementara Presiden Cina, Xi Jinping, dalam pidato pembukaan KTT G20 mendesak para pemimpin G20, menghindari “pembicaraan kosong” dalam pertemuan puncak di Hangzhou. “Melawan risiko dan tantangan yang dihadapi perekonomian dunia, masyarakat internasional memiliki pengharapan yang tinggi dari pertemuan puncak G20 di Hangzhou,” jelas Xi Jinping seperti dikutip BBC.
Presiden Xi menambahkan, perekonomian global sedang berada dalam “titik kritis” karena pasar yang bergerak cepat dan perdagangan yang lemah. Pada hari pertama, pembicaraan antara lain menyangkut tentang krisis baja dunia, hambatan-hambatan perdagangan, dan Brexit atau keputusan referendum Inggris untuk ke luar dari Uni Eropa.
Kanselir Jerman, Angela Merkel, mengatakan para pemimpin G20 sudah sepakat bahwa ada kebutuhan untuk bekerja sama dalam meningkatkan pertumbuhan ekononi. Bagaimanapun kecil kemungkinan akan dicapai kesepakatan besar, khususnya karena pertermuan yang produktif terjadi secara bilateral antara satu pemimpin dengan satu pemimpin lain, demikian dilaporkan BBC.
Presiden Indonesia, Joko Widodo, juga ikut menghadiri KTT G20 di Hangzhou, namun pertemuan itu akan menjadi yang terakhir bagi Presiden Barack Obama dan pertama bagi Perdana Menteri Inggris, Theresa May. [JX/Eka]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here