Gaji Pokok Presiden dan Wakil Presiden Tidak Naik

Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. (Foto: Ist./W5)

JAKARTA, JIA XIANG – Gaji Presiden dan Wakil Presiden tidak naik. Demikian penegasan dari Istana Kepresidenan dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (28/6/17). Siaran pers ini untuk menepis kabar bahwa ada kenaikan gaji Presiden Joko Widodo.

Siaran pers yang ditandatangani Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden Bey Machmudin, baik Presiden dan Wakil Presiden masih menerima gaji sesuai Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1978 tentang Hak Keuangan/Administratif Presiden dan Wakil Presiden serta Bekas Presiden dan Wakil Presiden.

Dalam UU Nomor 7 Tahun 1978 Pasal 2 menerangkan gaji pokok Presiden adalah enam kali gaji pokok tertinggi pejabat di Indonesia selain Presiden dan Wakil Presiden. Sementara gaji pokok Wakil Presiden adalah empat kali gaji pokok tertinggi pejabat selain Presiden dan Wakil Presiden.

Selanjutnya, menurut Peraturan Pemerintah Nomor 75 Tahun 2000, gaji pokok tertinggi pejabat negara (Ketua DPR, MA, BPK) adalah sebesar Rp 5.040.000 perbulan.

Dengan demikian, besarnya gaji pokok Presiden setiap bulannya adalah enam kali gaji tersebut, yaitu Rp30.240.000. Sedangkan gaji pokok Wakil Presiden setiap bulannya adalah empat kali dari gaji tersebut yakni Rp20.160.000.

Besarnya tunjangan jabatan yang diterima Presiden dan Wakil Presiden setiap bulannya sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 68 Tahun 2001 yaitu sebesar Rp32.500.000 untuk Presiden dan Rp22.000.000 untuk Wakil Presiden.

Dengan demikian, besaran penghasilan yang diterima oleh Presiden dan Wakil Presiden tidak mengalami perubahan sejak 2001.[JX/Win]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here