Ganjil Genap di DKI Kurangi Kepadatan 20 Persen

Ganjil genap yang diterapkan di kawasan 3 in 1 untuk mengurangi kepadatan lalu lintas. (Foto: Ist./W5)

JAKARTA, JIA XIANG – Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama menegaskan pemberlakuan pembatasan lalu lintas dengan metode Ganjil Genap telah mengurangi kepadatan sebanyak 20 persen volume kendaraan. Tapi dia tetap berpendapat, Ganjil Genap bukan menjadi solusi dan tetap merupakan kebijakan transisi menjelang penerapan sistem Electronic Road Pricing (ERP).

Ahok, sapaan akrab Basuki, mengakui Ganjil Genap sudah cukup mengurai kepadatan lalu lintas pada beberapa titik kemacetan. Ia juga sedikit mengkritik kesadaran berlalu lintas dari para pengendara roda empat masih minim jika tidak ada petugas yang berjaga di jalan.

“Saya kira sudah relatif cukup baik. Kemarin kalau tidak ada petugas ya memang loss,” kata Ahok di Balai Kota Jakarta, Kamis (25/8/16).

Ia mengatakan Ganjil Genap ini merupakan solusi sementara untuk mengurai kepadatan lalu lintas. Tapi dia juga mengakui solusi tersebut cukup berjalan dengan baik di Ibukota.

“Ganjil Genap ini bukan solusi sebetulnya, tapi ini menjelang ERP. Tapi memang relatif agak longgar nih jalan,” paparnya.

Berdasarkan data yang dimiliki Ahok, selama periode uji coba pelaksanaan Ganjil Genap pada 27 Juli – 23 Agustus 2016 di jalur ‘3 in 1’, telah mengurangi volume kendaraan sekitar 20 persen.

Kelanjutan dari uji coba Ganjil Genap adalah penerapan yang akan dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada sejumlah jalur di Ibukota. Jika dikatakan uji coba ini berhasil, pemberlakuan lalu lintas ganjil genap akan segera diresmikan pada akhir Agustus 2016.[JX/Cka/W5]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here