Garuda Indonesia Diharapkan Segera Buka “Direct Flight” ke Cina

Menteri Pariwisata Arief Yahya (kiri) didampingi Dirut Garua Indoensia Pahala N Mansury. (Foto: JX/Chieka)

JAKARTA, JIA XIANG – Menteri Pariwisata (Menpar)  Arief Yahya mengingatkan maskapai Garuda Indonesia untuk membuka direct flight dari Cina dan India. Hal itu dikatakannya dalam kunjungan Menpar ke kantor Garuda Indonesia di Kawasan Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten.

Arief mengatakan, Cina dan India merupakan dua negara yang ramai mengunjungi Indonesia. “Dengan potensi destinasi di Indonesia, kedua negara itu sudah hampir pasti, jatuh cinta!” ucapnya di Kantor Garuda Indonesia, Cengkareng, Senin (17/4/17).

Ia memiliki data pertumbuhan wisatawan asal India dan Cina. Sehingga meyakini direct flight sangat membuka peluang lebih banyak dari kedua negara itu untuk kunjungan ke Tanah Air.

“Kalau tidak mau terbang ke dua negara itu terus mau ke negara mana? Kota apa lagi? Statistik menunjukkan angka yang sulit dibantah, dua negara itu growth signifikan,” jelas Arief.

Sebelumnya Garuda Indonesia telah membuka penerbangan ke Mumbai, India tapi masih harus transit di Bangkok, Thailand. Menpar menghargai kinerja Garuda Indonesia yang memulai langkah itu.

“Itu sudah bagus, tinggal bagaimana meningkatkan menjadi direct flight termasuk ke beberapa kota di Cina juga dibuka,” tuturnya.

Arief berharap Garuda Indonesia dapat membuka penerbangan menuju beberapa secondary city yang ada di Cina, salah satunya Chengdu.

“Saya minta ke Garuda untuk menambah direct flight ke Cina. Di tujuh secondary city di Cina sana, sudah menggunakan flight carter. Kalau itu dijadikan schedule flight pasti akan lebih bagus untuk menjaring wisman lebih banyak,” harap  Arief.

Direktur Utama (Dirut)  Garuda Indonesia Pahala N Mansury mengaku siap mengakomodasi permintaan Menpar Arief. Ia menegaskan pihaknya sedang mengevaluasi penerbangan langsung ke Cina.

“Sesuai dari arahan Pak Menteri, itu akan kita review semua, terlebih yang dari Chengdu dan 6 destinasi lainnya di Cina,” ujar Pahala di kantornya.

Penerbangan Garuda Indonesia, dijelaskan Pahala, sebelumnya sudah ada rute dari atau ke Guangzhou, Beijing, dan Shanghai sudah berjalan dengan baik.

“Guangzhou, Beijing dan Shanghai itu sudah berjalan. Sedangkan untuk Jakarta-Guangzhou sudah ada 7 kali dalam seminggu, sementara Denpasar-Guangzhou sudah jalan sebanyak 3 kali dalam seminggu,” jelas Pahala.[JX/Cka/W5]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here