Gebrakan Jokowi-Ahok

Lelang Jabatan – Lelang jabatan camat dan lurah di DKI Jakarta. Rencana awal menggandeng konsultan swasta, namun ternyata bisa dilakukan sendiri oleh pemprov sehingga hemat anggaran.
Menempati Rusun – Kini sebagian besar warga Kelurahan Muara Baru, Jakarta Utara yang terendam banjir beberapa waktu lalu mulai menempati rumah susun sewa Marunda.
Dilengkapi Fasilitas – Rumah susun awalnya kosong dan tidak terurus, kini sudah  dilengkapi berbagai fasilitas, bahkan sekitar250 penghuni juga dipekerjakan di PT Kawasan Berikat Nusantara.  Dan  bagi warga yang ingin berdagang, Pemprov. DKI Jakarta pun  menyediakan gerobak.
Program Kartu Jakarta Sehat (KJS) – membantu  warga yang kurang mampu. Dengan KJS, masyarakat miskin bisa mendapatkan fasilitas pengobatan gratis.
Kartu Jakarta Pintar (KJP) – Kartu ini dapat digunakan sebagai penunjang kebutuhan personal siswa, seperti uang transportasi, buku  dan lain-lain. Masing-masing siswa penerima akan memiliki KJP dalam wujud kartu anjungan tunai mandiri (ATM) Bank DKI dengan suntikan dana sekitar Rp240.000 per bulan untuk SMA; Rp 210.000 per bulan untuk SMP; Rp 180.000 per bulan untuk SD.
Kasus Waduk Pluit – Terkait kasus waduk pluit, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengakui kalau salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI, PT Jakarta Propertindo telah menyewakan tanah Waduk Pluit kepada pengusaha dan selanjutnya dibangun menjadi sebuah lapangan futsal. Oleh karena itu, DKI akan mencabut lahan-lahan kepemilikan PT Jakpro di Waduk Pluit untuk dikembalikan ke Pemerintah DKI.
Relokasi warga – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta rencananya  akan membangun dua rusun di dekat Waduk Pluit. Rusun yang akan dibangun di Muara Baru dan Luar Batang tersebut direncanakan dapat  menampung sekitar 2.000 kepala keluarga.
Pembelian Lahan – Pemprov. DKI Jakarta sudah membeli tanah seluas 2,2  hektar di Muara Baru dan jika masih kurang,  Pemprov. DKI Jakarta juga  akan membangun rusun di Luar Batang yang memiliki luas tanah 6,4 hektar. Pemprov DKI  sudah membangun rusun di Muara Baru yang awalnya diperuntukan untuk warga yang tinggal dibantaran waduk Pluit,  namun rusun tersebut sudah  ditempati oleh orang-orang yang mengklaim dirinya dari Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI).
Selektif – Jumlah warga di Waduk Pluit yang bisa sampai 10.000 KK, maka Pemprov  DKI  Jakarta tidak akan memberikan rusun kepada semua warga, karena banyak warga di bantaran waduk tersebut yang memiliki rumah kontrakan 6-12 pintu. Untuk itu, Pemprov. DKI Jakarta hanya  akan memberikan rusun ke warga yang benar-benar membutuhkan.
[JX/dari berbagai sumber/Dar]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here