“Groundbreaking” Tiga Proyek Bertepatan HUT DKI Jakarta

Velodrome Rawamangun Jakarta Timur. (Foto: JX/Ist)

JAKARTA, JIA XIANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) tiga proyek infrastruktur penunjang Asian Games 2018. Tiga proyek itu adalah pembangunan venue atau arena cabang berkuda di Kawasan Pacuan Kuda di Pulo Mas, Balap Sepeda di Veledrome Rawamangun, dan Light Rail Transit (LRT) tahap 1 (Kelapa Gading-Rawamangun).
Menurut Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, groundbreaking itu itu akan bertepatan Hari Ulang Tahun Kota Jakarta ke-489, yaitu Rabu (22/6/16), Jakarta, beberapa waktu lalu. Kata Sekretaris Perusahaan PT Jakarta Propertindo, Achmad Hidayat, belum dipastikan pelaksanaan groundbreaking itu.
Proyek infrastruktur berkuda, diharapkan selesai terlebih dahulu, mengingat, Asian Games akan dimulai Agustus 2018. “Kalau Asian Games mulai Agustus 2018, maka equestrian harus selesai Februari. Karena kuda-kuda yang ikut lomba harus bersiap di dalam kandang,” tegasnya.
Sedangkan LRT, menurut Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) LRT DKI Jakarta, Imanuel Kristanto, kepada Jia Xiang Hometown, Kamis (15/6/16), setelah pencanangan atau groundbreaking LRT tahap satu, pengerjaannya disiapkan sesuai target yang diucapkan pak gubernur, sebelum Asian Games digelar,
“Jakpro optimistis kok. Kita (Dishub) tinggal menunggu izin trase saja,” ujarnya sambil menambahkan, sudah menyerahkan dokumen terkait trase LRT kepada pihak Kementerian Perhubungan. Untuk trase diperlukan persetujuan dari Kemenhub selaku Pemerintah Pusat. Diketahui sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama sempat beradu argumen dengan Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan, terkait rel yang akan digunakan LRT.
Ahok, sapaan karib Basuki, ingin LRT dapat menggunakan rel dengan teknologi baru yang beraliran listrik dan berukuran standart gauge atau agak lebar dari rel yang biasa digunakan. Sedangkan, Menhub Jonan menginginkan rel kereta yang lebih sempit atau narrow gauge dengan aliran listrik melalui kabel dibagian atas.
Pembahasan mengenai rel itu, sejak Rabu pekan lalu (8/6/16) sudah diputuskan oleh Presiden Joko Widodo. Presiden setuju untuk menggunakan rel dengan lebar 1.435 mm yang layak untuk jalur layang. Selain itu, jenis rel tersebut sudah umum digunakan di banyak negara. Menurut Ahok, karena permasalahan rel sudah diputuskan oleh Presiden, Menhub Jonan pasti setuju. “Pak Jonan kan ngomong, yang bisa perintah saya cuma presiden,” ungkap dia.
Selain itu, terkait LRT Ahok menambahkan, Pemprov DKI akan mengeluarkan public service obligation (PSO) untuk subsidi LRT. Tapi, Pemprov DKI tidak dapat memberikan PSO dalam jumlah besar karena sudah diberikan pada bus Transjakarta dengan jumlah mencapai Rp 3 triliun. Nanti untuk PSO LRT akan berasal dari retribusi Electronic Road Pricing (ERP).
Bagaimana anggarannya? Anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan LRT tahap awal (Rawamangun-Kelapa Gading) sekitar Rp 4,2 triliun. Lalu untuk pembangunan veledrome di Rawamangun sebesar 40 juta dollar AS (sekitar Rp 534,9 miliar), dan arena berkuda akan memakan biaya sekitar Rp 120 miliar. [JX/Cka/E4]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here