Gubernur Harus Tegas

Jia Xiang – Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ), Azas tigor menyarankan agar Gubernur DKI Jakarta tegas dalam mengurus masalah trayek angkutan umum di Jakarta.

Terkait dengan kasus tewasnya mahasiswi Universitas Indonesia (UI), penumpang angkot U10 pada Sabtu (9/2/13) yang awalnya sempat diduga korban penculikan, nyatanya mahasiswi itu melompat lantaran salah menaiki angkot. Sopir angkot dalam kasus ini menerangkan, angkot U10 ternyata memiliki dua trayek, yakni trayek arah Beos – Pademangan dan Beos – Tanah Pasir.

“Itu tidak benar. Trayeknya jadi dua rute,”ujar Azas Tigor, Senin, (11/2/13). Dia juga mengatakan, maraknya pemotongan trayek yang dilakukan oleh pengemudi angkutan umum, disebabkan karena Dinas Perhubungan (Dishub) tidak konsisten menjalankan tugas, mengawasi angkutan umum serta menindak bila terjadi pelanggaran trayek.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Perhubungan, Udar Pristono menyatakan akan menindaklanjuti pelanggaran trayek angkot U10 tersebut untuk mencegah berulangnya pelanggaran trayek dan rute. “Jika ada sopir yang melanggar aturan trayek maka akan diberi sanksi tegas berupa pencabutan izin trayek,” tegas dia. Selain itu Udar Pristono juga mengimbau masyarakat agar menaiki angkot dengan sopir menggunakan seragam.[Hen/D9]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here