Hacker Rusia Diduga Lakukan Serangan Siber Beberapa Bank di AS

NEW YORK, JIA XIANG – Biro Penyelidikan Federal di Amerika Serikat atau The US Federal Bureau of Investigation (FBI) sedang menyelidiki laporan media bahwa beberapa bank di Amerika Serikat (AS) telah menjadi korban serangan siber baru-baru ini.
“Kami bekerja sama dengan Amerika Serikat Secret Service untuk menentukan ruang lingkup serangan siber baru-baru ini dilaporkan terhadap beberapa lembaga keuangan Amerika,” kata juru bicara FBI Joshua Campbell,Rabu (27/8/14), seperti yang dilansir Reuters.
Dia tidak menyebutkan nama perusahaan atau memberikan rincian lebih lanjut. Seorang juru bicara Secret Service tidak bisa dihubungi untuk memberikan komentar.
JPMorgan Chase & Co adalah korban dari serangan siber baru-baru ini. Adanya serangan ini diinformasikan oleh dua narasumber yang tak mau disebutkan namanya. Mereka menolak untuk menjelaskan pada beratnya insiden ini. JPMorgan masih melakukan penyelidikan untuk menentukan apa yang terjadi.
Juru bicara JPMorgan Brian Marchiony menolak berkomentar ketika ditanya tentang serangan itu. Ancaman serangan siber, tuturnya, selalu dialami perusahaannya hampir setiap hari.
“Perusahaan ukuran sayangnya pengalaman serangan siber kami hampir setiap hari. Kami memiliki pertahanan berlapis untuk melawan ancaman apapun dan terus-menerus memantau tingkat penipuan,” katanya.
Sebelumnya pada hari Rabu, Bloomberg News melaporkan bahwa peretas (hacker) Rusia diyakini telah melakukan serangan siber terhadap JPMorgan Chase dan bank AS lainnya yang tidak disebutkan namanya pada pertengahan Agustus, yang mengakibatkan hilangnya data sensitif. Pihak berwenang sedang menyelidiki apakah pelanggaran itu terkait dengan serangan baru pada bank-bank besar Eropa, kata laporan Bloomberg.
The New York Times dalam laporannya mengutip empat penyelidik kasus ini, Rabu, bahwa jaringan JPMorgan dan setidaknya empat bank AS lainnya telah disusupi dalam serangkaian serangan terkoordinasi bulan ini.
Para penyerang mencuri sejumlah besar data, termasuk informasi rekening tabungan, meskipun motivasi mereka belum jelas. Times melaporkan, beberapa perusahaan keamanan swasta telah disewa untuk melakukan tinjauan forensik jaringan yang terinfeksi. [JX/W5]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here