Harapan Baru Penderita Penyakit Jantung

(foto: bhccclinic.com)

Bagi para penderita penyakit jantung koroner, kini bisa sedikit berlega hati. Kini ada metode pengobatan yang bisa mencegah penyakit jantung koroner, serangan jantung, dan darah tinggi melalui terapi Enhanced External Counter Pulsation (EECP).

Pemilik klinik DSA, dr Djadja Surya Atmadja menjelaskan, EECP adalah suatu tindakan medis non invansi, tanpa pembedahan untuk pencegahan maupun pengobatan beberapa penyakit yang dilakukan dengan cara memompa darah dari tungkai ke arah jantung pada saat jantung sedang mengembang, sehingga sirkulasi darah, metabolisme dan fungsi organ dalam menjadi lebih baik.

Pasien yang menggunakan metode EECP biasanya untuk mencegah munculnya penyakit seperti penyakit jantung koroner. Selain itu bisa juga digunakan oleh pasien yang pernah mengalami nyeri dada (angina), serangan jantung yang baru, belum atau sudah di-bypass atau dipasang ring.

Menurut dr Djaja, pasien yang mempunyai risiko tinggi menderita penyakit jantung koroner dan stroke  yaitu mereka yang kurang olahraga atau kurang gerak, stres, usia di atas 40 tahun, perokok penderita darah tinggi (hipertensi), peminum alkohol, kolestrol tinggi, kencing manis dan adanya riwayat penyakit jantung koroner atau stroke dalam keluarga.

Terapi menggunakan EECP juga bisa untuk pasien kencing manis, gagal ginjal, pasca stroke non pendarahan dan impotensi untuk memperbaiki fungsi organ tubuhnya. Ia mengungkapkan, proses terapi EECP di Klinik DSA dimulai dengan mewawancarai pasien (anamnesis) dan pemeriksaan oleh dokter. Lalu pemeriksaan laboratorium untuk menilai adanya kotra indikasi dan untuk data dasar kesehatan pasien.

Sebelum memulai EECP, pasien sebaiknya buang air kecil sebab prosedur EECP dilakukan dengan cara meminta pasien berbaring di atas ranjang EECP. Setelah itu pasien dicek tekanan darahnya dan dipasang monitor, manset dililitkan pada kedua tungkai bawah (betis), paha dan pinggul. Kemudian, mesin EECP dinyalakan selama satu jam untuk memompa darah dari tungkai ke arah jantung dengan tekanan tertentu.

Adapun pemompaan itu akan membuat jantung dan organ dalam mendapat darah lebih banyak (tambahan darah sekitar 6 liter per menit), sehingga fungsi organ akan membaik. Kembangkempisnya manset EECP diatur oleh komputer dan disesuaikan dengan irama jantung. Setelah selesai pemompaan, pasien sebaliknya minum dua gelas air putih dan buang air kecil. Terapi EECP berdampak pada organ dalam.

Pada jantung, pemompaan itu akan melebarkan pembuluh darah koroner, sehingga pada pasien normal akan mencegah sumbatan dan serangan jantung.  [JX/For/B1]

 

*)Artikel ini dimuat di Majalah Jia Xiang Hometown, Edisi 23/2014

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here