Harga Elpiji Melonjak, Warga Kesulitan

Pematangsiantar, Jia Xiang – Kebijakan PT Pertamina (persero) menaikkan harga elpiji kemasan 12 kg sangat berpengaruh pada penjualan elpiji di tingkat distributor di daerah. Seperti yang terjadi di Pematangsiantar, Sumatera Utara, sejak tiga hari terakhir jumlah penjualan elpiji menurun drastis.

Seperti yang dialami distributor elpiji di Jalan Pantoan, Kelurahan Pahlawan, Pematangsiantar. Pemilik distributor, Setia kenaikan harga tersebut membuat pihaknya kehilangan konsumen hingga 40 persen dalam tiga hari terakhir.

“Berdasarkan jadwal rutinitas pengisian tabung elpiji, seharusnya di awal pekan ini sudah mencapai 85 persen pelanggan. Namun hingga saat ini belum sampai 15 persen,” uajar Setia kepada Jia Xiang Hometown, Jumat (3/1/14).

Di Pematangsiantar, elpiji kemasan 12 kg sebelumnya dijual dengan harga Rp85.000 per tabung, kini naik menjadi Rp135.000 per tabung. “Warga dan konsumen banyak yang akhirnya beralih ke elpiji kemasan 3 kg karena harganya masih sangat terjangkau,” kata Setia.

Sementara itu, dampak kenaikan harga elpiji 12 kg juga dirasakan para pengusaha UKM makanan. Seperti yang diakui Amat, pengelola kedai Mie Goreng di Jalan Pusuk Buhit, Pematangsiantar. Menurutnya kenaikan harga elpiji tersebut menambah biaya operational dan modal usaha.

“Sementara kami belum bisa menaikkan harga mie dagangan kami. Kalau dinaikkan pasti kami akan sepi pelanggan. Kami berharap kenaikan ini ditinjau kembali,” ujarnya.

Sementara Ketua Dewan Perwakilan daerah (DPD) Irman Gusman meminta pemerintah untuk mengevaluasi kembali kebijakan kenaikan harga elpiji 12 kg.

“Hal ini ini berdampak luas dan meresahkan masyarakat. Jangan sampai kebijakan ini jadi komoditas politik jelang Pemilu,” ujar Irman Gusman di Jakarta. [Ben/U1]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here