Harga Melangit, Sanggupkah Rakyat Beli Ketupat ?

Jia Xiang-Lebaran selalu identik dengan ketupat yang disajikan dengan opor ayam dan rendang.    Persoalannya, apakah rakyat bisa membeli ketupat berikut lauk pauknya?

Melangitnya sejumlah harga kebutuhan pokok, membuat warga hanya sanggup membeli ketupat, namun tidak sanggup membeli lauk pauknya.  Kondisi itu salah satunya disebabkan oleh melonjaknya harga kebutuhan pokok yang  ada di pasar yang sudah terjadi sejak awal puasa. Harga telur kini Rp 20.000 per kg, padahal sebelumnya hanya Rp 19.000 per kg. Harga beras termurah Rp 7.700 per kg dan harga kualitas tertinggi Rp 11.000 per kg.

Sementara harga minyak goreng curah stabil yaitu berkisar pada Rp 10.000 per kg, sedangkan harga cabai merah yang semula Rp 120.000 per kg, kini turun menjadi Rp 90.000 per kg dan  saat ini menjadi Rp 70.000 per kg dan harga gula sebesar Rp. 10.500,-/Kg. Harga bawang merah pun  sudah di atas Rp 50.000 per kg, Sementara itu harga daging pun sudah berkisar Rp 100.000 per kg.

“Untuk saat ini saja, harga daging masih berada di kisaran Rp. 100.000,- per kg dan harga bawang merah masih di atas Rp. 50.000,- per kg,” ujar Sekretaris Jenderal Asosiasi Holtikultura Nasional (AHN), Ramdansyah kepada Jia Xiang Hometown, Selasa  (6/8/13) pagi di Koja, Jakarta-Utara.

 

Sementara berbicara mengenai Bantuan Langsung Sementara Mandiri (BLSM) dari pemerintah, menurut Ramdansyah, tidak banyak membantu masyarakat dalam menghadapi kenaikan harga ebutuhan pokok itu. Untuk itu, AHN meminta pemerintah memperhatikan kebutuhan pangan menjelang Lebaran.

 

Menurut Ramdansyah, permintaan agar pemerintah memperhatikan kebutuhan pangan adalah hal yang wajar.  Hal tersebut sesuai dengan Pasal 28 A UUD 1945 yang berbunyi, Setiap orang berhak hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya dan Pasal 28 C ayat 1 UUD 1945 yang berbunyi, Setiap orang juga berhak untuk mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya.

 

Ramdansyah menambahkan, jika negara tidak mampu memenuhi kebutuhan pangan sesuai amanah konstitusi, akan berdampak kepada Ketahanan Nasional.  “Melangitnya  harga kebutuhan pokok yang tidak diikuti dengan daya beli masyarakat dapat menyebabkan rakyat kekurangan gizi, kelaparan, kebodohan dan bahkan terjadi kekacauan sosial seperti perampokan, pencurian bahkan pembunuhan,” ungkap Ramdansyah. [A1/E4]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here