Hari ini, Diberlakukan Harga Baru Elpiji

Jakarta, Jia Xiang – Mulai hari ini, Selasa (7/1/14), PT Pertamina (Persero) kembali memberlakukan harga baru elpiji 12 kg sebesar Rp82.200 per tabung. Sebelumnya per 1 Januari 2014 Pertamina menaikkan harga elpiji 12 kg menjadi Rp 117.708 per tabung atau Rp6.850 per kg.

Setelah mendapat reaksi beragam dari masyarakat, Senin (6/1/14) pemerintah dan PT Pertamina sepakat menurunkan harga elpiji 12 kg. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengatakan lewat keputusan tersebut  berarti harga elpiji 12 kg menjadi hanya naik Rp 1.000 per kg, dari sebelumnya yang naik hingga Rp3.959 per kg atau sebesar 68 persen.

Sebelumnya pada 1 Januari 2014, harga elpiji 12 kg naik dari harga Rp5.850 per kg menjadi Rp9.809 per kg. Dengan penurunan ini, maka harga elpiji 12 kg menjadi.

Harga jual terbaru elpiji 12 kg ini berlaku dari Pertamina ke agen elpiji. Sementara harga di tingkat konsumen terdapat selisih sekitar Rp10.000-Rp20.000 per tabung karena selisih penjualan di tingkat pengecer.

Kebijakan kenaikan harga elpiji 12 kg sempat memicu reaksi masyarakat yang merasa sangat terbebani dan kesulitan dengan kenaikan harga yang meroket itu.

Banyak pihak menilai bahwa ada skenario politik dalam kebijakan kenaikan harga gas elpiji 12 kg yang kemudian ramai diperdebatkan.

Pengamat politik dari Lingkar Madani untuk Indonesia, Ray Rangkuti menilai kenaikan harga elpiji 12 kg di awal tahun tersebut dapat dilihat sebagai skenario politik dengan dua target sekaligus. Target pertama dan minimal adalah menjadikan Menteri BUMN Dahlan Iskan sebagai sasaran “tembak”. Yakni menjadikan nama Dahlan tercemar di mata masyarakat luas, khususnya kelas menengah dan bawah.

Target kedua dari skenario ini agar partai koalisi terlihat pro rakyat, peduli pada kesulitan dan sensitif terhadap kehendak publik. Dengan begitu pula, sedikit banyak diharapkan akan dapat menaikkan baik popularitas maupun elektabilitas partai.

Menurut dia, dalam kondisi ini terlihat sangat dominan menolak adalah Partai Demokrat dan PAN. Padahal sebelumnya, dua partai ini kalau tak disebut mendukung (kebijakan), seolah membiarkan Pertamina mengambil sendiri kesimpulan menaikkan atau menurunkan harga gas elpiji.

Kini setelah dinaikkan dan terlihat ada amarah masyarakat, dua parpol ini buru-buru balik badan seolah tidak mendukung sama sekali. Mereka bahkan mengecam Pertamina seolah tak sensitif dengan beban masyarakat.[U1]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here