Hari Nusantara, Mencintai Tanah Air

Jia Xiang – Hari Nusantara tahun ini akan diperingati pada tanggal 14 Desember 2013. Puncak acara ini dilaksanakan di kawasanTeluk Palu, Ibukota Provinsi Sulawesi Tengah.

Menurut Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif C Sutardjo, salah satu pertimbangan dipilihnya  Sulawesi Tengah sebagai tuan rumah Hari Nusantara 2013, karena provinsi itu berkomitmen membangun sektor kelautan di wilayahnya.

Komitmen itu sejalan dengan model percepatan dan perluasan ekonomi Indonesia koridor Sulawesi Tengah yang dicanangkan pemerintah pusat. Bila bicara soal sektor kelautan, tidak lain adalah mengenai kekayaan laut hayati/perikanan  dan sumber daya alam lainnya yang terkandung di dalamnya.

Dengan kata lain, potensinya yang besar untuk memperbaiki kehidupan ekonomi rakyat. Tetapi kita juga harus waspada sebab masih banyak pihak lain, di luar wilayah kedaulatan Indonesia,  yang tidak segan-segan mencuri kekayaan alam laut kita seperti ikan.  Selain itu, yang harus diwaspadai adalah eksploitasi  wilayah laut yang berlebihan. Untuk itu pengelolaan wilayah perairan itu harus ekstra hati-hati.

Sebab dikhawatirkan kekayaan alam lainnya seperti seperti minyak dan gas bumi, nikel, tembaga, timah, dan lainnya bisa terancam. Eksploitasi minyak dan gas bumi cukup tinggi, bahkan kekayaan alam mineral lain juga bisa terganggu.

Karena itu, untuk melestarikan dan menjaga kawasan laut negeri ini, yang dibutuhkan bukan hanya kebijakan secara terpusat, tetapi juga kesadaran untuk mengerti kondisi alam di wilayah masing-masing. Selain itu, setiap daerah di seluruh Nusantara sepatutnya memiliki tenaga ahli bidang kelautan yang mampu memahami hakikat, kualitas dan kuantitas potensi kekayaan alam kawasan masing-masing.

Kenyataan sekarang sektor kelautan belum dikelola optimal, padahal potensi kelautan luar biasa. Bahkan bisa meningkatkan perolehan devisa negara. Karena itu, Hari Nusantara sepatutnya jangan sebatas gaung, genderang, atau apa pun namanya yang seremonial setiap tahun.

Tetapi, supaya dapat memperkokoh kecintaanya dan kesadarannya bahwa Indonesia bukan hanya kaya di darat saja, tetapi juga di lautan. Gaung Hari Nusantara harus didengungkan terus-menerus, supaya rasa cinta itu tak pernah surut. Kemudian timbul kesadaran membela dan mempertahankan kedaulatan negara dari berbagai macam bentuk rongrongan pihak lain.

Jadi, Hari Nusantara bermakna penting bagi bangsa Indonesia sebagai negara maritim dan kepulauan. Negara ini berkewajiban menggali dan mengembangkan potensi kelautan atas dasar kemampuan sendiri. Yang perlu diingat adalah rasa cinta ini harus diungkapkan dalam upaya mempertahankan kedaulatan negara, agar tidak begitu mudah  wilayah kita “direbut” atau menjadi “mainan” negara lain. Dengan kata lain jangan mengulang lagi kesalahan yang pernah dilakukan di masa lalu.

Hari Nusantara kali ini sepatutnya dijadikan momentum untuk membangkitkan kebanggaan atas kedaulatan negara. Sepatutnya pula dijadikan momentum untuk memahami betapa kayanya negara kita untuk sepenuhnya digunakan bagi kesejahteraan rakyat. Banggalah atas apa yang kita miliki.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here