Hari Pertama Trump Presiden, Batalkan Keterlibatan AS di TPP

Donald Trump (Foto: JX/Ist)

NEW YORK, JIA XIANG – Donald Trump akan membatalkan keikutsertaan Amerika Serikat (AS)  dalam perjanjian perdagangan bebas lintas Pasifik (Kemitraan Trans Pasifik/Trans-Pacific Partnership atau TPP) di hari pertama dia resmi menjadi presiden.

Dalam sebuah pidato lewat video, presiden terpilih AS itu memaparkan sejumlah kebijakan yang akan diambilnya pada hari pertama dia berkantor di Gedung Putih, Januari nanti. Trump juga berniat mengurangi pembatasan “yang membunuh lapangan kerja”  di bidang pertambangan batu bara, dan menghentikan penyalahgunaan visa.

Namun dia tak menyinggung apa pun tentang penghapusan Obamacare atau pembangunan tembok di perbatasan dengan Meksiko, yang saat kampanye disebutnya sebagai hal yang akan dilakukannya di hari pertama.

Enam langkah eksekutif yang akan diambil Trump di hari pertama:

  • Ketetapan penarikan diri dari TPP
  • Membatalkan pembatasan produksi energi AS
  • Memangkas peraturan terkait bisnis
  • Memerintahkan dibuatnya skema memerangi serangan siber
  • Menyelidiki penyalahgunaan visa yang berpengaruh pada lapangan kerja bagi warga AS
  • Memberlakukan larangan yang berlaku lima tahun bagi mantan pejabat untuk menjadi pelobi

Kesepakatan TPP ditandatangani pada 2015 oleh 12 negara, yang mencakup 40% kekuatan ekonomi dunia. Selain AS, para penandatangan TPP antara lain Jepang, Malaysia, Australia, Selandia Baru, Kanada dan Meksiko, namun belum diratifikasi.

Dalam pembicaraan dengan Obama, Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa Indonesia berminat untuk bergabung pula dengan TPP.

TPP bertujuan memperluas hubungan ekonomi dan mendorong pertumbuhan, namun para penentangnya menuding TPP dirundingkan secara rahasia dan hanya menguntungkan perusahaan-perusahaan raksasa.

Pertemuan puncak para pemimpin Asia Pasifik di Peru sepanjang akhir pekan lalu menegaskan tekad untuk terus mengupayakan kesepakatan perdagangan bebas itu kendati ditentang oleh Donald Trump.

Namun dalam pernyataan hari Senin (21/11/16), PM Jepang Shinzo Abe mengatakan bahwa TPP akan jadi tak berarti tanpa keterlibatan AS.  Dalam pesan video itu Trump mengatakan bahwa agenda pemerintahannya adalah “mengutamakan kepentingan Amerika”. [JX/BBC/Eka]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here