Hidangan Penuh Sejarah dari Huaiyang

Bakso Kepala Singa (Foto: JX/Chinadaily)

YANGZHOU, JIA XIANG – Sebagai tempat kelahiran masakan Huaiyang, salah satu dari empat masakan utama di negeri tirai bambu itu, Yangzhou sangat dihormati oleh para pecinta maupun pemerhati makanan Cina. Tidak heran bila makanan kota itu telah dianggap paling lezat sejak era Dinasti Sui (581-618) dan Tang (618-907).

Masakan ini terkenal dengan penggunaan bahan-bahan segar dan teknik mengiris menakjubkan, sehingga dikenal sebagai “tipis seperti kertas, ramping bagai kawat”.
Masakan daerah ini memiliki “aroma lembut dan rasa sederhana yang cocok untuk arga di belahan utara dan selatan”, disajikan pada upacara perayaan berdirinya Republik Rakyat Cina pada 1 Oktober 1949.

Ada beberapa masakan yang memang terkenal  dari kawasan ini, yang terkenal bukan hanya di Cina, tetapi di seantero dunia ini.

Salah satu masakan asal kota ini yang terkenal di dalam dan luar negeri seperti  nasi goreng Yangzhou,   dapat dilihat di banyak restoran Cina. Selama Olimpiade Beijing misalnya, nasi goreng Yangzhou adalah salah satu makanan yang paling populer di kalangan atlet.

Hidangan nasi goreng ini kembali ke era Dinasti Sui dan selama bertahun-tahun telah menjadi salah satu hidangan Huaiyang paling terkenal. Masakan ini memiliki bahan khusus, memasak begitu halus dan warna yang menyenangkan.

Ada banyak versi yang berbeda dari hidangan masakan itu, beberapa menggunakan telur, beberapa lagi mencampurnya dengan udang dan telur, dan ada juga dengan bahan makanan mahal seperti teripang dan abalone.

Sup pangsit (foto: JX/chinadaily)
Sup pangsit (foto: JX/chinadaily)

Masakan lain yang juga terkenal yaitu daging kepiting dengan bakso besar, umumnya dikenal sebagai “kepala singa Yangzhou”, adalah hidangan yang mendapat pujian secara nasional. Makanan ini menggunakan lemak,  tapi tidak berminyak dan hanya bisa meleleh di mulut.

Menurut legenda, Kaisar Yang dari Dinasti Sui menemukan hidangan dengan bakso besar seperti kepala singa jantan. Jadi dia menamakannya  “kepala singa”.

Berkat A Bite of China, sebuah film dokumenter populer di Cina,  masakan tahu Wensi dikenal membutuhkan keterampilan pisau yang begitu halus. Untuk membuat hidangan itu, tahu persegi dipotong menjadi lebih dari 5.000 cabikan, membuat seluruh bagian terlihat seperti sebuah krisan mekar. Hidangan ini dinamai setelah nama penemunya, kembali pada era Dinasti Qing (1644-1911).

Sementara hidangan lain seperti, yaitu kue wijen Huangqiao. Isi kue wijen itu  ada yang meliputi daging kering, ham, udang kecil, ayam yang dipotong seukuran dadu,  sosis dan minyak daun bawang. Warna kue ini kuning keemasan dan rasanya begitu renyah.

Kue Wijen (foto: JX/chinadaily)
Kue Wijen (foto: JX/chinadaily)

Banyak orang menyukai kerenyahan dan itu adalah salah satu makanan yang banyak dibeli orang di kota yang indah itu.

Ada lagi masakan yang begitu populer, seperti sup pangsit, dengan isi daging kepiting yang dibungkus adonan sangat tipis sepertikulit pangsit, dan dikukus untuk kesempurnaan.

Untuk makan pangsit ini, tampaknya harus berhati-hati, sebab kita harus pasti kulit pangsit itu tetap utuh sebelum masuk ke dalam mulit. Sebab di dalam pangsit itu ada sup  yang tidak boleh pecah. Biasanya cara menyantap makanan ini, orang menyedot langsung pangsit itu. [JX/Chinadaily/Eka]

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here