Hongkong Batasi Warga Cina Membeli Susu

Jia Xiang – Untuk membawa susu ke luar dari wilayah Hong Kong tidak dapat dilakukan dengan sembarangan, sebab pemerintah Hong Kong melarang warga membawa lebih dari dua kaleng susu ke luar wilayahnya dan mereka yang diperbolehkan membawa susu tersebut mesti berusia diatas 16 tahun.

Pembatasan membawa susu itu merupakan peraturan ekspor impor pemerintah Hong Kong yang baru saja direvisi, sebut media epochtimes.
Dikatakan bahwa bagi yang melanggar peraturan itu akan didenda hingga 500.000 HKD (627 juta rupiah) atau bisa dipenjara selama 2 tahun. Tindakan yang belum pernah terjadi itu oleh sebagian kalangan dinilai dapat menghancurkan semangat kebebasan dunia usaha dan pasar bebas yang dianut Hong Kong selama ini. Hal itu dinilai bahwa di bawah bayang-bayang Beijing, Hong Kong justru kian menjauh dari statusnya sebagai pelabuhan bebas.

Media itu juga menyebutkan bahwa pembatasan ekspor susu bubuk itu untuk menjamin  ketersedian susu bubuk bagi setiap keluarga warga Hong Kong. Peraturan itu sebenarnya lebih ditujukan kepada warga dari Cina. Sebab  dalam satu dekade terakhir, angka kelahiran di Hong Kong menjadi dua kali lipat. Namun kelahiran itu lebih banyak berasal dari perempuan Cina yang melahirkan di rumah sakit Hong Kong yang tentunya membutuhkan susu bubuk.

Dari populasi Hong Kong yang 7,1 juta jiwa, setiap tahunnya lahir 90.000 bayi  dan setengahnya adalah bayi yang dilahirkan warga Cina. “Melahirkan dan membesarkan anak serta  memperbanyak keturunan bukan hal utama yang dipertimbangkan warga Hong Kong. Jadi jika sampai timbul krisis susu bubuk, sepertinya terlalu konyol,” sebut media tersebut.

Namun demikian, sejumlah kalangan menilai bahwa untuk melindungi warganya dari krisis susu  tidak harus dengan membatasi ekspor susu. Sebab masih ada cara lain yang bisa dilakukan. Misalnya  seperti Macau yang memprioritaskan warganya untuk membeli susu bubuk, sehingga dapat mengatasi masalah aksi borong susu oleh warga Cina.

Amerika, Australia, Selandia Baru dan sejumlah negara Eropa juga memberlakukan pembatasan pembelian susu bubuk retail bagi warga Cina, namun pembatasan itu dimaksudkan untuk menjaga keteraturan pasar agar dapat melindungi konsumen dalam negeri. Hal itu merupakan inisiatif dari pengusaha bukan tindakan pemerintah.

Sejak tahun lalu, jaringan supermarket Wal-Mart AS juga membatasi belanja susu bubuk hanya sebanyak 5-12 kotak. Sebab kerabat etnis Tionghoa di Amerika yang datang dari Cina, kerap memborong semua susu bubuk dari rak sehingga menyebabkan ketidaknyamanan bagi konsumen lain.
Namun tindakan yang diambil oleh sejumlah negara itu dilakukan atas inisiatif warganya, bukan karena tindakan pemerintah.[the epoch times/W1]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here