Hormati Proses Hukum di MK, Jokowi Tunda Pengunduran Diri

Presiden RI Joko Widodo. (Foto: JX/Dok)

JAKARTA, JIA XIANG – Guna menghormati proses hukum di Mahkamah Konstitusi, Joko Widodo (Jokowi) akan mengajukan surat pengunduran diri dari jabatan Gubernur DKI Jakarta setelah ada keputusan final dari MK tentang sengketa hasil Pilpres 2014.

Hal itu disampaikan Jokowi di Balaikota Jakarta, Selasa (19/8/14). Menurutnya, pengunduran dirinya dari jabatan gubernur DKI akan dilakukan setelah ada putusan dari MK yang rencananya akan dilaksanakan tanggal 21 Agustus 2014.

Sebelumnya, Jokowi berencana mengajukan pengunduran diri setelah Hari Raya Idul Fitri 1435 Hijriah. Namun untuk menghormati proses hukum yang sedang berlangsung di MK, rencana itu ditunda.

“Nanti setelah ada putusan MK tanggal 21 Agustus, pengunduran diri akan dilakukan. Kapan persisnya belum di ditetapkan,” ujar Jokowi.

Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) beberapa waktu lalu mengatakan bahwa pengunduran diri Jokowi akan dilakukan setelah pelantikan anggota baru DPRD DKI Jakarta yang dijadwalkan tanggal 25 Agustus 2014.

“Katanya pak Gubernur akan ajukan pengunduran diri setelah pelantikan anggota DPRD DKI,” ujar Ahok kala itu.

Berdasarkan peraturan yang ada, mekanisme pengunduran diri Jokowi akan melalui tahapan sebagai berikut.

Pertama, Jokowi harus mengajukan surat pengunduran diri kepada DPRD dengan tembusan kepada fraksi-fraksi di DPRD dan Kementerian Dalam Negeri. Setelah itu DPRD akan membahas pengunduran diri tersebut melalui rapat tingkat pimpinan, apakah pengunduran diri itu diterima atau tidak.

Jika DPRD menerima, maka Dewan akan menggelar rapat paripurna untuk mengesahkan pengunduran diri gubernur tersebut. Selain itu, pada rapat paripurna itu juga akan ditetapkan pengganti Jokowi, dalam hal ini otomatis Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) akan menggantikan Jokowi.

Kemudian, setelah Ahok dilantik menjadi gubernur, maka kursi wakil gubernur yang lowong itu akan diisi oleh calon dari partai pemenang Pemilu Gubernur dan Wakil Gubernur DKI yang lalu, yaitu dari Partai Gerindra dan PDI-Perjuangan (PDI-P).[JX/Van/S1]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here