Hukum Oknum Nakal

Banjir barang impor di negeri ini memang sudah meresahkan, tak pelak Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo pun ikut resah dan mengimbau masyarakat Jakarta agar tidak membeli produk-produk impor.

Gandrung impor kini sudah bergeser tidak melulu terjadi di kalangan atas, tetapi sudah merembes kepada masyarakat bawah. Jika dulu produk berlabel luar negeri cuma ada di mal dan pusat perbelanjaan mewah, kini di pasar tradisional pun marak produk impor. Bedanya, jika di mal dan pusat perbelanjaan mewah,  motif membeli produk impor lantaran merek dan kualitas. Maka tidak begitu jika di pasar tradional. Masyarakat kelas menengah dan bawah yang memang berdayabeli lemah, membeli produk impor lantaran harganya murah-meriah. Padahal setelah diteliti, barang impor dengan harga murah itu memiliki mutu rendah dan bahkan ada yang berbahaya bagi kesehatan.

Sebetulnya berkaitan dengan banjir barang impor ini Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan juga sudah merisaukannya. Menurut dia,  sepanjang 2012 ribuan produk tak layak pakai membanjiri pasar Indonesia. Bahkan Direktorat Jenderal Standarisasi dan Perlindungan Konsumen Kementerian Perdagangan mencatat, sedikitnya ada 3.000 produk tidak layak pakai masuk Indonesia, termasuk barang elektronik yang tidak berkartu garansi, ataupun layanan purna jual di Indonesia. Barang-barang itu masuk ke Indonesia secara ilegal. Pertanyaanya, mengapa barang-barang yang berbahaya dan tidak bermanfaat itu bisa membanjiri pasar Indonesia? Apalagi secara ilegal. Nah agar tidak kebobolan, maka Gita membentuk Sistem Pengawasan Perlindungan Konsumen (SISWAS-PK). Yang jelas jika ada barang murah beredar di pasaran dengan harga murah maka masyarakat tidak boleh disalahkan, terlebih masyarakat yang memang berdaya beli rendah.

Menjadi tugas apartur terkait, agar produk impor kualitas rendah tidak beredar di pasaran, lebih-lebih produk impor itu berbahaya bagi kesehatan dan jiwa masyarakat. Beri sanksi hukum yang tegas terhadap setiap orang yang menjadi importir barang-barang berbahaya itu. Mudah-mudahan lembaga (SISWAS-PK) berdaya guna dan efektif mencegah peredaran barang impor ilegal dan berbahaya. Hukuman berat agar oknum nakal, yang sengaja memasukkan barang bermutu rendah ke pasar Indonesia, jera. [Pandapotan Simorangkir]

SHARE
Previous articleHarapan
Next articleAbsen!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here