Ibu dan Anak Kompak Racik Sabu di Rusun

Kepala BNN Dr. Anang Iskandar menyaksikan ruang rusun di Penjaringan, Jakarta Utara, yang digunakan tempat membuat narkoba. (Foto: humas BNN/W5)

JAKARTA, JIA XIANG – Perburuan pelaku kejahatan narkotika dan obat berbahaya (narkoba) oleh petugas Badan Narkotika Nasional (BNN), tidak lagi terhadap pengedar dan pengguna. Produsen narkoba skala rumahan pun menjadi sorotan BNN. Temuan BNN, produsen narkoba skala rumahan ini terdapat di Medan, Aceh dan Jakarta.
Pada Senin (27/4/15) lalu, petugas BNN menangkap satu keluarga yang memproduksi sabu. Mereka terdiri dari Hay Ceng Yang (58), seorang ibu, dua anak Hay Ceng Yang masing-masing Sani (36) dan Alex (34), serta Naomi (33) kekasih Alex. Mereka menjadikan ruang rumah susun berurkuran 4×6 meter di Rusun Kapuk Muara, Penjaringan, Blok B No. 34, sebagai tempat pembuat sabu.
Di rumah sempit inilah, Alex yang berperan sebagai koki sabu menjalankan aksinya. Untuk mendapatkan peralatan yang dibutuhkan, Alex meminta ibunya untuk membeli sejumlah peralatan dan menyiapkan peralatan-peralatan tersebut untuk kegiatan produksi.
Berdasarkan pengakuan Alex, ia mulai memproduksi sabu sejak satu bulan yang lalu. Ia paham teknik pembuatan sabu karena pernah mempelajarinya saat mendekam di LP Cipinang. Setelah keluar dari penjara pada November tahun lalu, Alex mulai mencoba berbisnis narkoba.
Dalam kasus narkoba, Alex bukan pemain baru, karena sebelumnya pernah terlibat dalam peredaran ekstasi sebanyak 13 butir hingga akhirnya mendekam di penjara selama lima tahun. Sementara itu, pabrik sabu yang ia jalankan termasuk kategori kecil. Dengan bahan yang dimilikinya saat ditangkap, ia mengaku bisa memproduksi sabu seberat 0,5 hingga 1 kg sabu.
Di TKP, petugas BNN menyita sabu hasil produksi ±158 gram. Selain itu, petugas juga menyita sabu cair yang sedang dalam proses kristalisasi sebanyak ±150 mili liter. Sementara itu prekursor atau bahan pembuat narkotika yang disita antara lain efedrin (diekstrak dari obat flu), Asam sulfat, Toluen, Aseton. Selain prekursor, bahan pendukung lain yang disita antara lain ; Methanol, Iodin, Red fosfor,soda api.
Kepala BNN, DR Anang Iskandar menegaskan pihaknya terus berupaya keras untuk menangkal supplai narkoba dari luar dan memberantas produksi narkoba di dalam negeri sendiri. BNN terus bekerja keras agar industri narkoba rumahan tidak menjamur di Indonesia.
Ia juga mengimbau agar masyarakat semakin proaktif untuk berperan serta dalam menangkal ancaman narkoba dengan cara melaporkan kegiatan yang mencurigakan.
Pada sisi lainnya, kerja sama lintas sektoral penting untuk terus dikembangkan bersama dengan instansi terkait seperti Bea Cukai, Polri, BPOM, Kementerian Perdagangan dalam rangka meningkatkan pengawasan prekursor narkotika. [JX/PR/W5]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here