Ikut Kontes Robot di Bangkok, PENSAE Pasang Target 15 Detik

Tim Robot PENS saat melakukan persiapan untuk mengikuti ABU Asia-Pacific Robot Contest 2016 di Bangkok. (Foto: JX/Budi Arie Satriyo)

SURABAYA, JIA XIANG – Tim Robot Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) dipastikan bakal ikut bertarung dalam ABU Asia-Pacific Robot Contest 2016 di Bangkok, Thailand, pada 19-23 Agustus mendatang.

Sebelum berangkat mewakili Indonesia dalam kejuaraan itu, Tim Robot PENS melakukan berbagai persiapan. PENSAE, sebutan Tim Robot PENS, menyiapkan dua robot masing-masing dengan nama Hybrid dan Eco.

Bayu Sandi Marta selaku dosen pembimbing menerangkan, Hybrid diposisikan sebagai penggerak untuk robot Eco. Hal itu dilakukan karena kompetisi yang dilaksanakan di Thailand mengambil tema Clean Energy Recharging the World yang berarti salah satu robot diharuskan tidak menggunakan energi untuk mesin penggerak.

Dia menjelaskan, tiap tahun tuan rumah penyelenggara ABU Robocon berbeda-beda. Tema lomba ditentukan oleh tuan rumah. Untuk tahun ini, Thailand mengambil tema clean energy. “Sesuai dengan temanya, ada robot yang digerakkan menggunakan motor listrik sebagai penggerak. Satunya lagi, harus melalui konversi energi di luar robot tersebut,” katanya.

Dalam kompetisi itu, Hybrid dan Eco akan bekerja sama seolah-olah akan memasang kincir angin ke tiang setinggi 2,5 meter. Sebagai penggerak, Hybrid dipasangi alat untuk menghasilkan angin. Angin ini kemudian mendorong Eco yang bertugas membawa propeller. “Eco hanya digerakkan melalui tenaga angin,” ungkap dosen Teknik Komputer ini.

Untuk menuju tiang yang akan dipasangi propeller tentu tidak mudah. Eco harus mampu melalui medan dan halang rintang yang sulit. “Maka dari itu Eco dipasangi sensor pembaca garis, warna, jarak, serta rintangan,” tambah M. Irfan Mas’udi, programer robot Eco. Dengan sensor itu, gerak Eco bisa mengikuti garis yang ditentukan.

Sesampai di tiang, propeller yang dibawa Eco akan diambil Hybrid untuk selanjutnya dipasang. Ketika menjuarai Kontes Robot ABU Robocon Indonesia, waktu yang ditempuh Tim PENSAE selama 24 detik untuk menyelesaikan tugas tersebut. “Kami pasang target bisa di bawah 24 detik untuk menyelesaikan semua misi,” ungkap Irfan.

Hal itu bukan alasan. Althof Naufal Istanto, anggota Tim PENSAE, mengatakan, beberapa perwakilan negara lain sudah mampu menembus angka 15 detik. “Juara dari Jepang sudah sampai angka 13 detik, sedangkan juara dari Cina mencatatkan waktu 11 detik,” ungkapnya.

Untuk itu, kemampuan robot PENS harus ditingkatkan bila ingin bersaing dengan negara lain. “Sebenarnya kita pasang target 15 detik. Seluruh anggota tim sedang mengupayakan agar target itu bisa terpenuhi,” tandas Bayu. [JX/Bas/W5]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here