IMF : Utang Cina Meningkat, Pertumbuhan Ekonomi Berisiko Melambat

Industri otomotif Cina (Foto: JX/Forex Starmoon)

WASHINGTON, JIA XIANG – Dana Moneter Internasional (IMF),  Senin (16/1/17) menaikkan prakiraan pertumbuhan ekonomi Cina.  Tapi mengatakan meningkatnya utang telah memicu keprihatinan mengenai keuangan negara itu dan meningkatkan risiko melambatnya pertumbuhan ekonomi.

Laporan IMF mengatakan,  ekonomi kedua terbesar dunia itu bisa tumbuh sampai 6,5% tahun 2017. Pertumbuhan itu meningkat 0,3 poin dari prakiraan IMF bulan Oktober 2016.

Meski demikian pertumbuhan itu didukung oleh anggaran besar pemerintah dan perluasan kredit secara cepat  yang “meningkatkan risiko pertumbuhan makin lamban”, kata IMF seperti dikutip VOA.

Laporan itu menambahkan, meningkatnya keprihatinan mengenai dampak ekonomi utang yang makin besar sejak krisis global tahun 2008 ketika Cina menyuntikkan kredit untuk mendorong pertumbuhan.

Pertumbuhan Cina bertahan pada 6,7% dalam tiga bulan yang berakhir bulan September, didukung oleh anggaran pemerintah dan maraknya penjualan real estate dan pinjaman bank.

Para pakar sektor swasta memperkirakan pertumbuhan itu akan menurun karena para regulator memperketat pengawasan untuk meredakan meningkatnya kredit dan harga rumah yang dianggap sebagai risiko keuangan.

Para pemimpin negara komunis itu berusaha menjaga pertumbuhan yang lebih berkelanjutan berdasarkan belanja konsumen dari pada perdagangan dan investasi tapi berkali-kali memompa kredit ke dalam perekonomiannya untuk menghindari kerugian dan hilangnya lapangan kerja yang berbahaya secara politik.

Total hutang Cina telah meningkat setara dengan 250% produk bruto nasional, angka yang tinggi bagi perekonomian yang sedang berkembang. Itu menyebabkan peringatan mengenai kemungkinan krisis keuangan atau melambatnya pertumbuhan.

IMF mengatakan, “berlanjutnya ketergantungan akan langkah-langkah kebijakan stimulus dengan perluasan kredit serta lambannya kemajuan dalam mengatasi utang-utang perusahaan besar, khsususnya dalam memperketat anggaran perusahaan-perusahaan negara, meningkatkan risiko pertumbuhan yang melambat atau penyesuaian yang mengganggu.”

Stimulus resmi Cina, menurut IMF,  bisa mengarah pada kinerja yang lebih kuat dari prakiraan dan mungkin bisa mendorong pertumbuhan bagi mitra-mitra dagang Cina. Namun IMF memperingatkan, hal itu bisa terganggu jika pemerintah melakukan “kebijakan-kebijakan perdagangan proteksionis.”  [JX/Eka]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here