Imunoterapi,. Harapan Baru Penderita Kanker Darah

WASHINGTON, JIA XIANG – Sebuah percobaan terapi yang dikenal dengan sebutan imunoterapi memperlihatkan hasil yang menjanjikan bagi pasien dengan limfoma non-Hodgkin, kanker darah yang mempengaruhi sistem getah bening, demikian para peneliti AS mengatakan, Rabu (8/9/16).

Hasil penelitian itu diterbitkan di jurnal Science Translational Medicine, AS. Penelitian itu menggunakan sel kekebalan pasien sendiri, yang dibawa keluar, dimodifikasi dan kemudian disuntikkan kembali ke dalam tubuhnya, dengan maksud memburu dan membunuh sel-sel kanker.

Dalam penelitian pada 32 pesien, yang sebelumnya telah jenuh dengan pengobatan kanker konvensional, menerima infus sel CAR T disusul dengan kemoterapi yang diberikan untuk memberikan jeda di dalam tubuh pasien sebelum menyerap sel itu.

Para peneliti menemukan bahwa sel-sel CAR T paling efektif menghancurkan kanker dalam tubuh 11 pasien. Dalam percobaan itu, para pasien ini menerima kombinasi dua-obat yaitu kemoterapi dan disusul suntikan sel T yang direkayasa.

Tujuh dari 11 peserta tersebut, atau 64 persen, alami pengurangan berarti, kata mereka. Namun secara keseluruhan, di antara semua 20 pasien penerima dua-obat kemoterapi, ternyata 10 orang diantara mereka mencapai pengurangan atau penurunan kandungan kanker.

Sementara 12 pasien yang tersisa, juga menjalani kemoterapi yang berbeda, ternyata hanya satu pasien alami pengurangan setelah menerima infus-sel CAR T.

Terapi sel CAR T melibatkan memodifikasi sel T pelawan penyakit yang diekstraksi dari darah pasien, untuk memungkinkan mereka untuk menumpas sel kanker. Ketika sel-sel T yang dimodifikasi itu ditransfer kembali ke pasien melalui saluran intravena, mereka dapat menargetkan molekul yang disebut CD19 yang ditemukan pada permukaan sel-sel darah putih tertentu, termasuk beberapa jenis sel limfoma.

Ada beberapa uji coba sel CAR yang sedang berlangsung di Amerika Serikat, dan ciri khas penelitian ini adalah penggunaan rasio satu berbanding satu sel penolong, T CAR , yang tergabung untuk membunuh sel-sel tumor positif CD19, kata Cameron Penyu , peneliti imunoterapi di Pusat Riset Kanker Fred Hutchinson. Penyu adalah salah satu pemimpin studi tersebut. [JX/Xinhua/Eka]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here