Indofood Penetrasi Pasar Serbia dan Eropa

Presiden Direktur Indofood Sukses Makmur Anthony Salim (tengah), didampingi Presiden Serbia Tomislav Nikolic (kanan) dan Dubes RI untuk Republik Serbia merangkap Montenegro Harry R.J. Kandou meresmikan pabrik mie instant di Serbia, Jumat (2/9/16). (Foto: Ist./W5)

INDIJA, JIA XIANG – Industri mie instan besutan PT. Indofood Sukses Makmur mengembangkan investasinya di Serbia. Pada Jumat (2/9/16), perusahaan ini mengoperasikan pabriknya di sini dengan nilai investasi sebesar 11 juta Euro (Rp 162,5 miliar).

Pengoperasian pabrik dihadiri Presiden Serbia Tomislav Nikolic, yang meresmikan industri mie instan ini di kota Indija, sekitar 80 kilometer dari ibu kota negara Serbia, Beograd.

Acara peresmian dimulai dengan penampilan seni tradisional Serbia dan Indonesia. Tim tari KBRI Beograd menampilkan tarian tradisional dari Bali “Kembang Girang” dan tari Betawi “Nendak Ganjen. Peresmian dilanjutkan dengan sambutan Presiden Serbia, sambutan Duta Besar RI untuk Republik Serbia merangkap Montenegro Harry R.J. Kandou, sambutan Gubernur Provinsi Vojvodina, Sambutan Wali Kota Indjija, dan sambutan dari pengusaha Indonesia, dan Presiden Direktur Indofood Sukses Makmur  Anthony Salim.

Presiden Serbia menyampaikan bahwa dirinya sangat mengapresiasi dan mendkukung keberadaan ivestasi milik pengusaha Indonesia di Serbia sebagai langkah konkrit peningkatan hubungan kerjasama ekonomi kedua negara.

Duta Besar RI Harry R.J. Kandou menekankan bahwa kehadiran Indofood di Serbia merupakan bukti nyata dari inisiatif Indonesia untuk memperkuat hubungan kerja sama kedua negara di bidang ekonomi. Duta Besar juga menggarisbawahi bahwa KBRI Beograd akan senantiasa memberikan dukungan penuh bagi kalangan bisnis Indonesia dalam mengexplore berbagai peluang bisnis di Serbia dan sebaliknya.

Presiden Direktur Indofood Sukses Makmur yang juga CEO Salim Group Anthony Salim menyampaikan bahwa hubungan kerja sama kedua negara yang semakin erat merupakan suatu landasan bagi suksesnya investasi Indofood di Serbia. Pengusaha Indonesia tersebut juga mengemukakan bahwa Indofood berharap pabrik ini akan menjadi pintu gerbang bagi Indofood untuk menjangkau pasar di kawasan Eropa. Rangkaian acara dilanjutkan dengan prosesi pemotongan pita dan peninjauan ke fasilitas pabrik Indomie.

Indonesia memang belum memiliki banyak investasi di Serbia, namun jumlah investasi Indonesia terus menunjukkan trend yang positif. Kedutaan Besar RI di Beograd mengundang pelaku bisnis di Tanah Air untuk dapat segera menggarap peluang-peluang yang terbuka di wilayah Serbia dan Montenegro baik melalui skema kerja sama perdagangan maupun investasi. Pasar kedua negara tersebut relatif terbuka untuk ragam produk Indonesia dan lokasinya cocok untuk dijadikan batu pijakan (hub) untuk memasuki pasar Eropa khususnya Uni Eropa.

Pabrik mie instan tersebut merupakan salah satu bentuk penetrasi pasar nontradisional yang dilakukan oleh Indofood dengan dukungan penuh dari KBRI Beograd.

Pabrik yang dibangun di atas tanah seluas 5 hektar tersebut memiliki total nilai investasi sebesar 11 juta Euro. Kapasitas produksi yang ada saat ini adalah 500.000 kardus/box Indomie per bulan dengan distribusi ke seluruh wilayah Eropa. Pabrik yang beroperasi mulai sejak bulan Agustus 2016 telah menyerap ratusan tenaga kerja di Serbia yang mayoritas merupakan generasi muda Serbia. Perjanjian perdagangan bebas yang dimiliki Serbia dengan berbagai negara di kawasan merupakan salah satu daya tarik yang semakin memperbesar optimisme terhadap suksesnya langkah Indofood di Serbia.[JX/Win]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here