Indonesia Akan Tawarkan Investasi Pengembangan Dua Pelabuhan di KTT Obor

Pelabuhan Kuala Tanjung yang pembangunannya segera rampung. (Foto: Ist./W5)

NUSA DUA, JIA XIANG –  Indonesia akan menawarkan peluang investasi pengembangan Pelabuhan Kuala Tanjung di Sumatera Utara dan Pelabuhan Bitung di Sulawesi Utara dari Konferensi Tingkat Tinggi One Belt One Road (Obor) di Beijing, Tiongkok, yang dimulai tanggal 14 Mei 2017 mendatang.

Hal tersebut dikemukakan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi terkait KTT Obor yang akan diikuti Presiden Joko Widodo. Selain dari Indonesia, sebanyak 29 pemimpin negara akan mengikuti KTT ini.

“Kita akan prioritaskan di dua lokasi, yaitu di Sumatera Utara dan Sulawesi Utara. Kita tahu bahwa Pelabuhan Kuala Tanjung dan Pelabuhan Bitung adalah international hub kedua dan ketiga,” jelas Menhub di sela Konferensi Pelabuhan Dunia International (Association of Ports and Harbors/IAPH) di Nusa Dua, Bali, Jumat (12/5/17).

Selain sedang disiapkan menjadi pelabuhan pusat internasional setelah Pelabuhan Tanjung Priok, lanjutnya, kedua pelabuhan juga dikembangkan terintegrasi dengan kawasan industri dan fasilitas transportasi terpadu.  “Oleh karenanya kita konsentrasikan di dua tempat itu,” ujarnya.

Dia menampik bahwa Pemerintah tak lagi menganggap penting Jawa. “Prioritas kami segala investasi yang masuk ke Indonesia kita arahkan di dua tempat tersebut,” paparnya.

Secara keseluruhan, pemerintah membidik investasi senilai 25 miliar dolar AS (setara Rp 325 triliun) untuk proyek infrastruktur perhubungan yang akan ditawarkan di KTT Obor.

Pelabuhan Kuala Tanjung, salah satu yang ditawarkan investasinya di KTT Obor, akan mulai digunakan pertengahan 2017. Proses pembangunan Terminal Multipurpose Pelabuhan Kuala Tanjung itu relatif cepat sejak peletakan batu pertama (groundbreaking) pada 27 Januari 2015 oleh Presiden Joko Widodo.

Konsultan ahli dari “Port of Rotterdam International”, Belanda, turut menangani pembangunan pelabuhan di Kabupaten Batubara ini. Dipercayakannya konsultan dari Rotterdam, karena sangat terkenal dalam pengerjaan pembangunan pelabuhan laut di berbagai negara di dunia.

Tahap pertama, pelabuhan ini akan memiliki fasilitas trestle (jembatan) sepanjang 2,7 km, dermaga sepanjang 500 meter, container yard dengan kapasitas 500.000 TEUs dan kedalaman kolam 14-17 mLWS.[JX/Win]

baca juga: presiden inginkan semua pulau di tanah air punya pelabuha

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here