Indonesia Bersama Dunia Internasional Kecam Aksi Teror di London

Polisi London berjaga di lokasi teror di Jembatan London Inggris. (REUTERS/Neil Hall)

JIA XIANG – Indonesia bersama dunia interasional mengutuk aksi teror di Jembatan London yang terjadi Sabtu (3/6/17) malam waktu setempat. Para pemimpin di banyak negara menyatakan rasa belasungkawa dan dukacita yang mendalam atas insiden yang dilakukan para teroris itu.

Dari Inggris, Perdana Menteri Inggris Theresa May langsung menggelar rapat darurat dengan Komite Cobra pasca serangan mobil van di Jembatan London tersebut.

“Mengikuti perkembangan laporan dari polisi dan petugas keamanan, saya bisa mengonfirmasi bahwa insiden mengerikan di London ini sangat potensian disebabkan oleh aksi terorisme,” ujar Theresa seperti dilansir BBC, Minggu 4 Juni 2017.

Kecaman keras juga datang dari Wali Kota London Sadiq Khan yang mengatakan serangan tersebut merupakan tindakan pengecut yang sengaja dilakukan untuk mengincar warga London. Sadiq Khan mengapresiasi kerja Polisi Metropolitan yang cepat menangani aksi tersebut. Bahkan Sadiq menegaskan bahwa aksi itu adalah perbuatan biadab dan tak ada satu alasan pun yang dapat membenarkan tindakan pelaku.

Presiden Prancis, Emmanuel Macron, menjadi pemimpin negara pertama yang bereaksi atas aksi teror tersebut. “Dihadapkan dengan tragedi ini, Prancis akan lebih dari sebelumnya menyertai Inggris. Pikiran saya ada bersama para korban dan keluarga mereka,” ujar Macron melalui akun Twitternya, Sabtu (3/6), seperti diilansir BBC. Dalam peristiwa itu dikabarkan dua warga Prancis mengalamai luka-luka .

Dari Moskow, Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan belasungkawa kepada rakyat Inggris dan mengutuk serangan teroris di London itu, seperti disampiakan Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov kepada media Sputnik Minggu (4/6/17).

Sementara Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu), menyampaikan duka cita dan simpati mendalam kepada korban dan keluarga serta mendoakan kesembuhan para korban luka. KBRI di London melakukan koordinasi dengan otoritas keamanan setempat dan terus mengikuti perkembangan situasi.

Pemerintah Indonesia bahkan menegaskan kembali dukungan dan solidaritasnya kepada Pemerintah Inggris dalam upaya memerangi terorisme dan aksi teror. Pemerintah Indonesia menghimbau WNI yang berada di London dan wilayah lain di Inggris untuk selalu waspada dan menghindari kawasan yang berpotensi menjadi sasaran aksi teror.

Kecaman keras kepada pelaku teror dan rasa duka cita yang mendalam kepada korban juga disampaikan oleh pemimpin-pemimpin negara lainnya, seperti dari Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull, Perdana Menteri Selandia Baru Bill English, Kanselir Jerman Angela Merkel, Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncke, Presiden Kanada Justin Tudeau, Presiden Amerika Serikat Donald Trump, dan sebagainya.

Insiden berdarah di London itu dilakukan Sabtu (3/6/17) sekitar pukul 10.00 malam waktu setempat. Satu mobil yang ditumpangi tiga tersangka sengaja menabrak pejalan kaki di London Bridge dan terus melaju hingga ke Borough Market. Setelah itu para tersangka meninggalkan kendaraannya dan menusuk sejumlah warga di sekitar Borough Market dengan pisau berukuran besar.

Dalam insiden tersebut 6 orang dinyatakann meninggal dunia serta puluhan orang mengalami luka-luka. Polisi berhasil melumpuhkan tiga orang pelaku serangan itu.[JX/Bebagai sumber/Van]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here