Indonesia Menanti Presiden ke-7

Jia xiang – Tahun 2014 tinggal menghitung bulan. Di tahun itu pula pemilihan umum baik presiden maupun legeslatif akan digelar. Parta-partai pun sudah sejak tahun ular air ini “bertempur” untuk berebut pengaruh dan simpati masyarakat. Tetapi pertanyaanya seperti apa figur Presiden Indonesia mendatang dan apa saja syaratnya agar negeri ini memiliki presiden yang bisa membawa kesejahteraan rakyat sekaligus menjadi negara besar di tataran dunia?
Sejarah telah mencatat, sudah enam presiden yang pernah memimpin negeri ini. Soekarno, Soeharto, Habibie, Abdurrahman Wahid (Gusdur), Megawati dan terakhir Soesilo Bambang Yudhoyono. Masyarakat pun sudah merasakan pola kepemimpinan masing-masing presiden itu. Tentunya ada berbagai penilaian yang ditujukan masyarakat terhadap pola  kepemimpinan keenam presiden itu. Beragam pujian pun sudah terlontar hingga kritik keras yang berujung demonstrasi. Di dalam pujian dan kritik itu tentu saja terselip harapan. Harapan agar Indonesia menjadi lebih baik.
Harapan itu pun sudah mulai dilontarkan untuk Presiden Indonesia ke-7 yang pemilihannya akan digelar di tahun 2014. Institut Kepresidenan Indonesia (IKI) yang didirikan kolumnis sekaligus pengamat politik senior, Christianto Wibisono mengusulkan tiga kriteria yang harus dimiliki oleh presiden ketujuh. “Ketiga kriteria tersebut adalah negarawan, pemersatu dan berjiwa kepemimpinan,” kata Christianto Wibisono saat memaparkan kajian “Anatomi Kepresidenan RI I-VII” di Perpustakaan Umum Daerah DKI Jakarta, Jumat (5/7/13).
Christianto pun merinci makna dari kriteria negarawan. Menurutnya seorang negarawan itu harus asertif (terbuka), bersih, cerdas, tegas dan tidak munafik sehingga mampu mengayomi rakyatnya.
Sedangkan kriteria pemersatu menurut pengamat politik ini diartikan adanya kemampuan sang figur presiden ke-7 untuk mengakomodir kemajemukan bangsa Indonesia, sehingga dapat  membawa persatuan dan kesatuan negara. Ditegaskannya, pemimpin itu harus mampu berdiri di atas semua identitas. Tidak boleh ada dominasi mayoritas ataupun tirani minoritas.
Sedangkan yang dimaksudkan dengan jiwa kepemimpinan adalah, mampu mewujudkan visi dan misinya saat berkuasa. Presiden ke-7 nantinya harus mampu membawa Indonesia menjadi negara yang bermartabat di tengah masyarakat global tanpa melupakan pembangunan domestik.  Jadi, kata Christianto, dengan tiga syarat di atas, siapa pun pengganti Susilo Bambang Yudhoyono kelak, mudah-mudahan bisa membawa Indonesia menjadi negara empat besar dunia.
Dengan tiga karakter tersebut, maka presiden ke-7 akan berpeluang besar mempersatukan kemajemukan sekaligus mendayagunakan asset, sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM) nasional yang memang memiliki potensi luar biasa.
Masyarakat tentu berharap dengan tiga kriteria itu, Indonesia akan menjadi negara yang  bermartabat, hingga pada akhirnya mampu menorehkan tinta emas di peradaban dunia. Sekarang, Indonesia tinggal menunggu  “pertarungan” tahun 2014 agar rakyat mendapatkan presiden terbaik.[JX/A1/D9]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here