Indonesia – Swedia Capai Tiga Kesepakatan Kerja Sama

Presiden Joko Widodo dan Raja Carl XVI Gustaf. (Foto: Ist./W5)

JAKARTA, JIA XIANG – Kunjungan kenegaraan Raja Carl XVI Gustaf dari Swedia ke Indonesia menghasilkan tiga kesepakatan di bidang politik luar negeri, transportasi dan industri kreatif. Tiga kesepakatan ini dihasilkan di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (22/5/17).

Raja dan Ratu Sylvia tiba di Jakarta, Minggu (21/5/17). Tapi, Presiden Joko Widodo menerimanya secara resmi Senin, di  di Istana Bogor. Saat menyambut Raja Swedia Carl XVI Gustaf dan Ratu Silvia di Istana Kepresidenan, ada yang beda dari penampilan Presiden Joko Widodo.

Presiden tidak mengenakan jas hitam atau biru tua seperti saat menyambut sejumlah kepala negara. Busana yang dikenakannya pakaian khas Betawi. Beskap hitam lengkap dengan rantai emas yang terpaut di antara kantung dan salah satu kancingnya, kain bercorak merah putih hanya sampai paha dipadu celana panjang hitam. Tidak lupa, peci hitam tersemat di kepala.

“Saya menyambut baik ditandatanganinya dua dokumen kerja sama antar pemerintah di bidang bebas visa untuk paspor diplomatik dan dinas serta kerja sama di bidang transportasi, navigasi udara dan bandara serta kerja sama di bidang industri kreatif,” kata Presiden.

Nota kesepahaman di bidang bebas visa dan transportasi dilakukan Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Panjaitan, dengan Menteri Infrastruktur Swedia, Anna Johansson, sedangkan penandatanganan surat minat di bidang industri kreatif dilakukan antara Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Triawan Munaf, dan Johansson.

“Saat ini, Indonesia mengembangkan banyak investasi di bidang infrastruktur dan energi. Ini perkembangan yang menarik dan merupakan kesempatan bagi kita untuk bekerja sama untuk menemukan solusi yang berkesinambungan,” ungkap Raja Carl XVI Gustaf.

Indonesia, menurut Raja Carl XVI Gustaf, juga punya kepentingan yang sama untuk melakukan pertukaran di bidang pendidikan dan riset termasuk bidang kehutanan.

“Hutan Swedia luasnya kurang dari satu persen dari luas hutan dunia, tapi kami adalah negara pengekspor 10 persen hasil hutan dunia. Proyek hutan yang berkesinambungan menjadi sangat penting bagi Swedia dan Indonesia. Swedia punya komitmen jangka panjang dan berkelanjutan untuk itu,” papar Raja Carl XVI Gustaf.

Dalam kesempatan itu, Presiden Joko Widodo juga menganugerahkan Bintang Republik Indonesia Adipurna kepada Raja Carl XVI Gustaf sebagai penghargaan atas jasa-jasanya yang sangat luar biasa di berbagai bidang yang sangat berguna bagi kelangsungan hubungan baik kedua negara, serta atas pertimbangan kesetaraan hubungan timbal balik kenegaraan.

Sementara Jokowi juga menerima The Royal Order of The Seraphim yaitu medali tertinggi yang hanya diberikan kepada kepala negara asing dan keluarga Kerajaan Swedia dari Raja Carl XVI Gustaf.

Dalam rombongan Raja Carl XVI Gustaf terdapat pula 35 pimpinan puncak grup bisnis Swedia. Mereka akan menggelar Forum Eksekutif Indonesia-Swedia, Selasa siang (23/5/17). [JX/Win]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here