Indonesia Tak Miliki Mekanisme Darurat Transportasi

Jakarta, Jia Xiang – Mekanisme darurat sistem transportasi bila terjadi keadaan yang tidak diinginkan yang menghambat distribusi ke berbagai daerah di tanah air, dinilai masih belum memadai. Hal ini berakibat pada kerugian ekonomis.

Ketua Umum DPP Organda, Eka Sari Lorena menyatakan kerugian akibat banjir dapat diminimalkan dan terbantu apabila disiapkan strategi transportasi untuk hadapi kondisi yang tidak normal, baik di Jakarta maupun di kota-kota lainnya. “Sayangnya hal itu masih kurang memadai,” katanya di Jakarta, Jumat (24/1/14).

Menurut dia, saat ini masih belum terdapat rencana preventif yang efektif dan siap diterapkan dengan utuh di lapangan guna melindungi mobilisasi barang dan orang yang sangat krusial. Hal seperti itu sebenarnya dapat diaplikasikan secara simpel dan praktis seperti adanya informasi peringatan dini (early warning system).

“Agar truk atau bus mengetahui kondisi banjir terkini sehingga tidak terjebak macet sepanjang puluhan kilometer selama berjam-jam sehingga menghambat pasokan logistik. Masalahnya, negara kita masih mengadopsi Sistem Pemadam Kebakaran yaitu jika ada masalah baru sibuk mencari solusinya,” kata Eka.

Padahal pola transportasi mestinya disusun berdasarkan analisa berkala. Efisiensi dan kesuksesan dari pola transportasi harus selalu diukur. Bila terdapat pola transportasi yang disusun berdasarkan analisa berkala yang baik dan tepat, maka saat kondisi darurat mudah mengondisikan bila terjadi peristiwa seperti banjir.[Ant/U1]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here