Indonesia Undang Lima Anggota Tetap DK PBB

Hasan Kleib (kiri), dan Jubir Kemenlu Armanatha Nasir. (Foto: JX/VOA Indonesia)

JAKARTA, JIA XIANG – KTT Luar Biasa OKI (Organisasi Konferensi Islam) yang akan digelar di Jakarta akan menghasilkan dua dokumen yaitu dalam bentuk resolusi dan deklarasi, demikian diungkapkan oleh Direktur Jenderal Multilateral Kementerian Luar Negeri, Hasan Kleib di Jakarta, Kamis (25/2/16). Menurut Hasan Kleib, dokumen resolusi akan menegaskan kembali dukungan negara-negara OKI pada Palestina dan Yerusalem yang menjadi lokasi Mesjid Al Aqsa. Sementara dokumen deklarasi berisi langkah konkrit ke depan untuk menindaklanjuti hal-hal yang disepakati negara-negara OKI terkait Palestina dan Yerusalem.
Namun menurut Dirjen Multilateral itu, dokumen resolusi maupun deklarasi tidak akan mengikat secara hukum, sehingga tak ada sanksi hukum jika kedua dokumen ini tidak dilaksanakan oleh masing-masing anggota OKI, ujarnya.
KTT Luar Biasa OKI akan dilaksanakan di Jakarta pada 6 Maret – 7 Maret mendatang. KTT ini secara khusus akan membahas masalah Palestina dan keberadaan Masjid Al-Quds Asy-Syarif atau Al-Aqsa.
Mengingat pembahasan di KTT terkait Palestina dan Yerusalem, pemerintah Indonesia mengundang lima anggota tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK-PBB) yaitu Amerika Serikat, Rusia, Inggris, Perancis dan Tiongkok. Di samping itu Indonesia juga mengundang para pejabat tinggi PBB dan Uni Eropa.
Menurut Hasan Kleib, negara-negara itu akan mendengar langsung pandangan dan keinginan anggota OKI terhadap penyelesaian Palestina, termasuk langkah-langkah proses perdamaian yang dilakukan pasca terhenti perdingan damai Mei 2015.
“Yang menarik seperti Rusia, dia datang dalam tiga kapasitas yaitu sebagai negara peninjau OKI, anggota kuartet dan anggota tetap. Amerika Serikat sebagai anggota kuartet, dan anggota Dewan Keamanan,” tambah Hasan. “Indonesia melihat kehadiran kuartet dan Dewan Keamanan, akan melihat sejauh mana pandangan negara-negara OKI terhadap penyelesaian masalah Palestina dengan fokus Yerusalem.”
Dari 56 negara anggota OKI, sudah ada enam presiden dan kepala pemerintahan menyatakan akan hadir dalam KTT ini antara lain Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan Perdana Menteri Mesir Ibrahim Mahlab. Enam belas menteri luar negeri juga memastikan datang. [JX/Eka]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here