Industri Sawit Harus Integrasikan Peringatan Dini Kabut Asap

NUSA DUA, JIA XIANG – World Wide Fund for Nature (WWF) meminta industri kelapa sawit di Indonesia agar mengintegrasi sistem peringatan dini dalam pengembangan industri ini untuk mencegah terulangnya bencana kabut asap. Langkah-langkah pencegahan ini perlu diambil terus menerus untuk mengurangi potensi kebakaran lahan dan hutan pada tahun ini dan di masa yang akan datang.

Permintaan tersebut disampaikan CEO WWF Indonesia Dr. Efransjah di sela-sela acara  Konferensi Internasional Kelapa Sawit dan Lingkungan, atau International Conference on Oil Palm and Environment (ICOPE)  ke-5 di Nusa Dua, Bali. Konferensi berlangsung dari tanggal  18 hingga 20 Maret  2016.

Efransjah mengingatkan semua pemangku kepentingan atas bencana kabut asap yang terjadi tahun lalu di hampir seluruh Sumatera dan Kalimantan. Meskipun dampaknya juga diperburuk oleh El Nino yang berkepanjangan, namun bencana ini dipersepsikan banyak pihak terkait dengan oknum industri kelapa sawit yang tidak bertanggung jawab.

Banyak laporan mengungkapkan bahwa kabut asap juga menyebabkan kekhawatiran atas masalah kesehatan dan mempengaruhi kehidupan juga mata pencaharian ribuan orang dari wilayah yang terkena dampak asap. “WWF memberi perhatian serius bahwa langkah-langkah pencegahan atas kebakaran lahan dan hutan perlu ditempuh terus-menerus, khususnya yang terjadi di lahan gambut,” ujar Efransjah.

Menurut dia, semua pihak perlu mengambil tindakan yang lebih serius tentang upaya melindungi lahan gambut, dengan meninjau kebijakan pembangunan di aspek-aspek utama yang terkait. “Serta meyakinkan bahwa keterlibatan penduduk setempat adalah sebuah keharusan yang bermanfaat,” tegas Efransjah.

Dalam menanggapi kebutuhan mitigasi perubahan iklim, tuturnya, WWF juga mengapresiasi tindakan-tindakan yang telah diambil Pemerintah Indonesia, salah satunya melalui pembentukan Badan Restorasi Gambut. Badan ini diharapkan untuk memimpin dan mendorong strategi intervensi inovatif dalam menghadapi tantangan pelik antara lahan gambut dan rantai industri kelapa sawit.[JX/Dea/W5]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here