Investor Tiongkok Investasi Pengolahan Air Bersih di Lamongan

Petugas PDAM Pemkab Lamongan tengah melakukan aktivitas.(Foto: JX/Budi Arie Satriyo)

LAMONGAN, JIA XIANG –  Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan, Jawa Timur, membuka peluang bagi investor swasta untuk masuk di bisnis pengolahan air bersih mendapat respons positif. Sebuah perusahaan raksasa dari Tiongkok, Zhejiang Bestwa Invitech Company, menyatakan ketertarikannya untuk menanamkan investasinya. Sebagai langkah awal, perusahaan yang disebut-sebut terbesar ke-5 di Tiongkok ini telah melakukan pertemuan dengan sejumlah pejabat terkait di Pemkab Lamongan.

Saat ini, cakupan layanan air bersih di Lamongan tercatat baru mencapai 20-35 persen. Untuk mencapai target agar semua bisa terlayani, sulit jika hanya mengandalkan keuangan daerah. Karena itu, Pemkab Lamongan membuka peluang bagi investor swasta untuk masuk di bisnis pengolahan air bersih ini seperti di Jakarta.

Duan, perwakilan dari Zhejiang Bestwa Invitech Company, dalam kunjungannya saat diterima langsung Bupati Fadeli bersama Sekkab Yuhronur Efendi, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Mokh. Faiz Junaedi, serta Direktur PDAM M Maksum mengatakan, pihaknya tertarik menanamkan investasi di bidang lingkungan hidup yang masih memerlukan banyak perhatian, terutama terkait layanan air bersih di Lamongan. “Kami ingin memperbaiki kondisi layanan air bersih ini dengan menanamkan investasi,” katanya.

Dia menyebutkan pula, lingkup bisnis Zhejiang Bestwa Invitech Company sebenarnya di bidang pengolahan limbah padat dan pembuangannya. Kemudian juga bergerak di bisnis pengendalian air yang tercemar polusi limbah serta remediasi tanah yang tercemar logam berat.

Ditambahkan perwakilan PT Bestwa Indonesia Bambang Irawan, sudah banyak daerah yang digelontor dana investasi dari Zhejiang Bestwa Invitech Company. Di Bali, Duan bahkan menyebut pihaknya menggelontor investasi sebesar Rp 3 triliun untuk peningkatan layanan air bersih, sampah dan limbah B3 dan di Bandung Barat terkait investasi peningkatan pengolahan sampah dan layanan air bersih.

Sementara Asisten Ekonomi dan Pembangunan Faiz Junaedi mengungkapkan bahwa Kabupaten Lamongan sangat membutuhkan peningkatan kualitas layanan air bersih. “Saat ini, PDAM masih belum bisa mengcover sluruh kebutuhan air bersih di Lamongan. Apalagi saat ini di wilayah pantura, tengah dan selatan sudah banyak industri yang berkembang sehingga membutuhkan pasokan air yang besar,” ungkap Faiz Junaedi.

Direktur PDAM M Maksum menyebutkan, sampai dengan saat ini PDAM telah melayani 17.000 sambungan rumah (SR) dengan tarif Rp. 2.500 /m3 untuk rumah tangga dan Rp. 11.000 / m3 untuk industri.

Bupati Fadeli sendiri menyampaikan mendukung penuh rencana investasi dari Zhejiang Bestwa Invitech Company untuk peningkatan layanan air bersih pada masyarakat.  “Saya mendukung investasi yang akan dilakukan oleh Zhejiang Bestwa Invitech Company di Kabupaten Lamongan untuk mendukung peningkatan layanan air bersih. [JX/Bas/W5]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here