Jangkrik, si Serangga Purba

JAKARTA, JIA XIANG – Begitu cuaca terasa lebih hangat, seluruh alam tampaknya terbangun. Ini berarti jangkrik, yang jumlahnya ratusan juta, segera turun ke berbagai wilayah di Amerika. Setiap tahun, serangga purba itu muncul dari tanah dalam jumlah besar untuk ganti kulit kulit mereka dan akhirnya munculah sayap dari tubuh hewan ini.Ada beberapa fakta menarik tentang hewan jangkrik berkala ini

1.Tujuh Spesies
Meskipun ada lebihi dari 3.000 spesies serangga, namun jangkrik mungkin yang paling dikenal di belahan bumi Barat. Di bawah genus Magicicada, jangkrik ini memiliki siklus hidup terpanjang yang berasal dari keluarga jangkrik, hidup 13 atau 17 tahun, tergantung pada jenis spesiesnya.
Hanya ada tujuh spesies jangkrik-tiga janis yang mengikuti siklus 17 tahun dan empat lainnya muncul setiap 13 tahun. Masing-masing dari tujuh spesies ini memiliki lagu atau suara yang unik. Serangan serangga ini pada musim semi tahun 2016, dikenal sebagai Brood V, -akan muncul tiga jenis dari spesies bersiklus 17 tahun yaitu Magicicada cassinii, Magicicada septendecim, dan Magicicada septendecula.

2. Hidup
Jangkrik betina bertelur sampai 600 butir. Sebelum menetas, induknya menyimpan telur yang belum menetas dalam sebuah tempat berbentuk V yang dibuat ibunya dari kulit pohon. Setelah 6 sampai 10 minggu nimfa jangkrik yang baru lahir menetas dan jatuh ke tanah. Nimfa itu tinggal di bawah tanah, sedalam 2 kaki dari permukaan tanah, dan mereka menghabiskan 13 hingga 17 tahun ke depan dengan makan getah dari akar tanaman. Selama hidup bawah tanah mereka, jangkrik berkala menjalani lima tahap perubahan. GettyImages-50838035-580x491
Ketika sudah siap, nimfa jangkrik berkala muncul dari tanah, memanjat pohon dan tanaman sampai mencapai ketinggian yang tepat. Nimfa akan menjalani tahap perubahan akhir, muncul dalam bentuk dewasa dengan warna putih seperti salju.
Dalam beberapa jam, exoskeleton jangkrik sekarang matang secara seksual akan menghitam dan serangga itu siap untuk kawin. Jangkrik kemudian akan hidup sekitar dua minggu sebelum mereka kawin, betina bertelur, dan kemudian mereka mati.

3. Suhu Diaktifkan
Dua minggu sebelum pintu masuk ke kehidupan dewasa, nimfa jangkrik menggali terowongan di tanah di sekitar pohon yang telah memelihara mereka dengan getah selama 13 sampai 17 tahun terakhir. Sementara mereka aktif hidup di bawah tanah, mereka tidak akan muncul-muncul lagi sampai adanya peristiwa yang sangat khusus terjadi-tanah sedalam 8 inci di bawah permukaan tanah harus mencapai suhu 64 derajat Fahrenheit, demikian sebuah studi yang dibuat 1968.

4. Paduan Suara Jantan
jangkrik berkala, seperti kebanyakan jangkrik lainnya, dikenal karena celetuk keras suara mereka. Paduan suara yang memperdengarkan lagi serangga itu memekakkan telinga, namun, hanya diproduksi oleh setengah dari jangkrik populasi laki-laki. Bayangkan jika kedua jangkrik, jantan dan betina,mereka akan memproduksi kisah dalam bentuk lagu. Dan kemungkinan pada tahun tahun 2016 jangkirk-jangkrik akan muncul di daerah-daerah seperti tenggara Pennsylvania, ujung barat dari Maryland, mayoritas Virginia Barat, sepotong Virginia, bagian timur Ohio, dan Suffolk di Long Island, New York- tidak akan bisa tidur.

5. Kepak Sayap
Sementara itu banyak orang mungkin tidak menyadari paduan suara jangkrik jantan ini sangat indah-atau menyenangkan kaum hewan betina. Tidak heran sebagai pujian,pemujaan dan tanggapan, jangkrik betina ini mengepakkan dan mengibas-ngibaskan sayap mereka. Anda bisa meniru panggilan jangkrik betina “dengan menjentikkan jari Anda”. [JX/theepochtimes/Eka]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here