JOOX Memimpin Industri Musik Streaming di Indonesia

Benny Ho, Senior Director Tencent, dan Ventha Lesmana, Managing Director ASIRI. (Foto: Ist./W5)

JAKARTA, JIA XIANG – Aplikasi musik gratis JOOX terpilih sebagai layanan musik streaming terfavorit di empat negara Asia, termasuk Indonesia. Hal ini sekaligus menandai kesuksesan tahun pertama memimpin industri musik streaming di Indonesia.

Berdasarkan survey AppsAnnie, baru-baru ini, menempatkan JOOX di urutan pertama  pada kategori aplikasi musik streaming. Tahun ini pula, JOOX menjadi salah satu aplikasi yang sangat diminati dan dominan untuk platform IOS dan Google Play.

Benny Ho, Senior Director Tencent, mengungkapkan berubahnya pola konsumsi musik merupakan sebuah potensi besar yang masih akan terus berkembang dalam dunia digital.

Hal ini mendorong Tencent untuk terus mengembangkan platform digital music JOOX, yang tidak hanya selalu berusaha untuk memenuhi kebutuhan konsumen akan konten musik berkualitas, namun juga mengembangkan sebuah platform yang dapat terintegrasi sebagai strategi bisnis perusahaan secara keseluruhan.

“Tidak dapat dipungkiri perubahan model bisnis dalam industri musik turut mempengaruhi strategi pemasaran perusahaan lainnya yang mulai melirik platform digital sebagai medium yang dapat membantu para pemasar untuk menyentuh segmentasi pasar yang lebih tepat sasaran,” ungkapnya di Jakarta, Rabu (30/11/16).

Pernyataannya tersebut merujuk pada hasil studi McKinsey. Dalam studi yang dilakukan oleh McKinsey mengenai bagaimana digitalisasi membawa pengaruh positif dalam perkembangan ekonomi Asia, termasuk dalam sektor industri musik. Studi ini juga memaparkan bahwa pendapatan musik digital di Asia tumbuh lebih cepat dari industri musik dalam skala global. Industri musik digital di Asia tumbuh sebanyak 8.8 persen per tahun dengan prediksi kenaikan sebanyak 15 persen pada tahun 2020.

Sejalan dengan hal ini, International Federation of the Phonographic Industry (IFPI) melalui Global Music Report 2016 menjelaskan peningkatan angka pengguna smartphone serta pengembangan infrastruktur berbasis internet turut mendukung perkembangan industri musik digital, khususnya layanan musik streaming.

McKinsey juga menjelaskan, pada awal tahun 2011, pendapatan dari unduh lagu 72 persen lebih tinggi bila dibandingkan pendapatan musik digital.Namun di tahun 2015, rasio ini berubah menjadi 43 persen untuk musik digital berbanding 45 persen pendapatan unduh lagu.

Sementara itu Ventha Lesmana, Managing Director Asosiasi Industri Rekaman Indonesia (ASIRI), mengungkapkan bahwa industri musik di Tanah Air membutuhkan kerja sama bisnis dengan penyedia aplikasi musik gratis yang legal, seperti JOOX.

“Sejak Indonesia memasuki era digital yang diikuti perkembangan pesat tekonologi informasi, para produser musik tidak lagi memasarkan lagu dalam bentuk cd (compact disc) apalagi pita kaset,” tuturnya.

Dia berharap, masyarakat tidak sembarangan mengunduh lagu pada situs-situs yang illegal. Dia mengingatkan hal ini karena terkait perlindungan hak cipta yang dimiliki pencipta lagu dan produser musik.

Diluncurkan pada tahun 2015, JOOX terus berinovasi menawarkan solusi tepat bagi konsumen untuk mendapatkan konten musik berkualitas secara legal dan aman, serta memberikan kanal distribusi baru bagi label musik.Kehadiran JOOX juga membantu mengakselerasi perkembangan industri musik lebih sehat dengan cara menjaga hak cipta karya kreatif. [JX/Win]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here