Jual Suku Cadang F16 ke Indonesia, Pria Asal Utah Ditangkap

HUNTSVILLE, JIA XIANG – Mantan karyawan di pangkalan angkatan udara Hill, Scott A. Williams, warga kota Huntsville, Utah, Amerika Serikat (AS), telah dituduh mengekspor beberapa komponen pesawat tempur F16 ke Indonesia, tanpa izin.Media setempat melaporkan pria berusia 51 tahun itu diseret ke pengadilan distrik AS, bukan hanya atas tuduhan mengekspor barang-barang dari AS tanpa izin, tetapi juga memberikan pernyataan palsu dan mengalihkan barang milik pemerintah AS.
Menurut jaksa federal, Williams adalah mantan pegawai kontrak di pangkalan angkatan udara Hill itu, bekerja pada bagian Foreign Military Sales Program, yang khusus bertanggungjawab atas suku cadang pesawat tempur F16. Dokumen tuduhan yang dibuka pekan lalu menyebutkan, Williams telah mengekspor dua perangkat rem F16, yang menurut hukum federal merupakan suatu pelanggaran.
Williams juga dituduh mempersiapkan sebuah dokumen palsu yang memberi wewenang pengiriman dua perangkat rem pesawat tempur F16 ke Indonesia, sejumlah dokumen yang disebut memuat petunjuk teknis Angkatan Udara AS untuk pesawat F16, dan mengalihkan – demi kepentingan sendiri dan pihak lain – data teknis pesawat F16 lewat penggunaan hard-drive eksternal yang berisi petunjuk penggunaan oleh Angkatan Udara AS.
Tuduhan itu menyatakan, barang-barang tersebut berada di bawah wewenang Williams sebagai bagian dari pekerjaannya selaku menejer keuangan dan program. Berdasarkan tuduhan itu dia ditangkap pada tanggal 19 Februari dan pada 23 Februari diajukan ke pengadilan yang dipimpin hakim Dustin Pead.
Williams menyatakan tidak bersalah atas ke empat tuduhan tersebut. Sidang berikutnya dijadwalkan tanggal 2 Mei nanti di bawah hakim distrik Jill Parrish.
Sementara, melalui telepon, Menkopolhukam Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, belum mengetahui kasus ini. “Saya baru dengar ini. Saya akan dalami dulu dan tidak bisa mengomentari kasus ini sebelum mengetahui rinciannya,” ujar Luhut.
Tetapi ditegaskannya bahwa hubungan dan kerjasama pertahanan antara Indonesia dan AS sudah pulih dan tidak lagi bermasalah. “Memang ada beberapa peralatan yang kita butuhkan belum ada, tetapi jika sampai ada software yang diselundupkan ke sini saya belum tahu”, tegas Luhut. [JX/VOA/Eka]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here