Julia Perez Telah Berupaya Keras Melawan Kanker Serviks

Artis Julia Perez. (Foto: Ist./W5)

JAKARTA, JIA XIANG – Perjuangan artis Julia Perez melawan kanker serviks yang diidapnya berakhir. Pada Sabtu (10/6/17), artis yang kondang dengan panggilan Jupe meninggal dunia pada usia 36 tahun.

Jupe telah berupaya keras agar dia sembuh dari sakit yang berbulan-bulan menderanya. Sebab pada Januari 2015, Jupe sembuh total setelah setahun sebelumnya terdeteksi kanker serviks yang diidapnya pada stadium 1b. Sebab, secara medis sesungguhnya penyakit ini memang bisa dicegah bila terdeteksi sejak dini.

Kanker serviks adalah kanker yang dimulai di serviks, lubang sempit masuk ke rahim dari vagina. Yang normal “ectocervix” (bagian rahim yang membentang ke dalam vagina) adalah warna pink yang sehat dan ditutupi dengan sel tipis datar yang disebut sel skuamosa. Saluran “endoserviks” atau serviks terdiri dari sel lain yang disebut sel kolumnar. Area di mana sel-sel ini bertemu disebut “zona transformasi” (zona-T) dan merupakan lokasi yang paling mungkin terjadi untuk sel abnormal atau prakanker untuk dikembangkan.

Sebagian besar kanker serviks (80 sampai 90 persen) adalah kanker sel squamous. Adenokarsinoma adalah jenis kanker serviks kedua yang paling umum. Adenokarsinoma berkembang dari kelenjar yang menghasilkan lendir di endoserviks. Meskipun kurang umum dibandingkan karsinoma sel skuamosa, kejadian adenokarsinoma meningkat, terutama pada wanita yang lebih muda.

Kanker serviks adalah jenis kanker kedua yang paling umum bagi wanita di seluruh dunia. Kanker serviks cenderung terjadi pada usia paruh baya. Setengah dari wanita yang didiagnosis menderita penyakit ini berusia antara 35 dan 55 tahun. Ini jarang mempengaruhi wanita di bawah usia 20 tahun, dan kira-kira 20 persen diagnosis dilakukan pada wanita yang berusia lebih tua dari 65 tahun.

Dunia kedokteran, melalui berbagai riset, menyatakan bahwa kanker serviks merupakan salah satu jenis kanker yang paling dapat dicegah. Di Amerika Serikat, kematian akibat kanker serviks terus menurun sekitar 2 persen setahun. Penurunan ini terutama disebabkan oleh penggunaan uji Pap yang meluas untuk mendeteksi kelainan serviks dan memungkinkan perawatan dini. Kebanyakan wanita yang memiliki perubahan sel serviks abnormal yang mengalami kanker serviks tidak pernah menjalani tes Pap atau belum pernah memilikinya dalam tiga sampai lima tahun sebelumnya.

Karena alasan ini, penting bagi wanita untuk melanjutkan skrining kanker serviks sampai setidaknya usia 70 tahun. Beberapa wanita perlu terus melakukan skrining sebagai langkah terbaik untuk menjaga kesehatan Anda. [JX/Win]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here