Jumlah Lapangan Kerja di Cina Menyusut

Jia Xiang – Jumlah pencari kerja yang berasal dari lulusan baru perguruan tinggi di Cina  akan mencatat rekor tertinggi pada tahun ini. Di sisi lain, justru jumlah lapangan pekerjaan yang tersedia  turun 15 persen  dibanding tahun 2012.
Pada tahun ini jumlah lulusan perguruan tinggi di seluruh Cina diperkirakan mencapai 6,99 juta orang.  Angka itu lebih banyak dibanding total jumlah penduduk Wilayah Otonomi Ningxia Hui.
Lulusan baru musim tahun ini akan  dibayangi oleh ancaman pengangguran. Karena itu, tahun 2013 ini dijuluki sebagai tahun terburuk dalam sejarah  bagi lulusan perguruan tinggi.
Hingga tanggal 10 April 2013, tiga dari 10 lulusan perguruan tinggi sudah mendapat jaminan pekerjaan — kelompok yang beruntung hanya 26 persen dari lulusan bergelar, 35 persen sarjana, 32 persen lulusan sekolah teknik, demikian  sebuah survey yang dilakuakn oleh Tencent dan MyCOS Data, sebuah lembaga konsultan. Data itu menunjukkan angka yang menurun 11 persen dibanding tahun lalu.
Di Beijing, sejumlah 229.000 mahasiswa akan lulus tahun ini. Angka itu lebih banyak 9.000 orang dibanding lulusan tahun lalu. Namun demikian, hanya 98.000 lulusan saja yang bakal terserap di lapangan kerja. Menurut data itu daya serap lapangan pekerjaan itu lebih sedikit 16.000 orang menurut kebutuhan per tahun.
Sebagian dari  masalah itu, kurangnya lapangan kerja, karena perusahaan-perusahaan swasta di Cina banyak mengurangi kuota penambahan tenaga kerja baru. Dan banyak diantara mereka justru menawarkan pekerjaan yang kurang menarik dan sedikit memberi keuntungan dibanding tahun sebelumnya.  Hal itu karena melemahnya pertumbuhan ekonomi negara.
Kondisi itu gambaran bahwa Cina sedang berjuang dalam sebuah proses transformasi ekonomi. Di tengah perjuangan itu, pertumbuhan GDP negara itu berkurang sekitar 7 persen. Setiap penurunan satu persen, berarti lebih dari 1 juta lapangan kerja terhapus, demikian laporan CCTV.
Tetapi Ding Dajian, pakar dari Fakultas Buruh dan Sumber Daya Manusia, Univeritas Renmin, mengaitkan  tahun terburuk ini dengan alasan sejarah. Karena ekspansi yang begitu cepat dari pendaftaran masuk perguruan tinggi, maka sejumlah lulusan pun berkembang pula dari 1 juta pada 13 tahun lalu hingga sekarang menjadi mendekati 7 juta orang pada tahun ini. Julahn lulusan itu melampaui pertumbuhan ekonomi Cina, ujar Ding. [berbagai sumber/E4]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here