Jurus Kung Fu Shaolin Masih Mumpuni

DENGFENG, JIA XIANG – Bagi Anda yang menggemari film-film silat, aksi para pendekar Shaolin Tiongkok tentunya bukan sesuatu yang asing. Mereka sudah ada sejak zaman Dinasti Zhou (1046 SM–256 SM). Hebatnya, jurus-jurus kuno mereka masih digunakan hingga zaman moderen sekarang ini. Bahkan kini menjadi daya tarik pariwisata papan atas di negeri tirai bambu itu.
Situs travelchinaguide.com dalam salah satu artikelnya menyebutkan bahwa kuil Shaolin yang terletak di wilayah Pegunungan Song, Kota Dengfeng,  Provinsi Henan merupakan basis para pendekar Shaolin yang saat ini menjadi lokasi pariwisata kelas dunia. Bahkan pada tahun 2010 badan PBB UNESCO memasukan Kuil Shaolin itu dalam daftar World Cultural and Natural Heritage karena daya pikat dari seni bela diri Shaolin dan prinsip-prinsip Buddha Zen Tiongkok.
Bangunan Kuil Shaolin mencakup beberapa bagian seperti Tianwangdian (Balai Raja sorgawi), Daxiongbaodian (Balai Mahavira), hutan pagoda, gua dharma dan pusat pelatihan beladiri.
Menurut wisatawan yang pernah berkunjung ke kuil tersebut, tempat itu memang sangat ideal untuk menempa kemampuan seni bela diri Shaolin dan tempat beribadah umat Buddha. Alasannya karena alamnya menakjubkan yang dihiasi oleh bunga-bunga liar pegunungan, pohon-pohon pinus, nyanyian burung-burung dan percikan air sungai. Para biarawan di kuil itu sudah berlatih kung fu lebih dari 1500 tahun. Sistem pelatihan kung fu tersebut awalnya diciptakan oleh Dharma yang saat itu mengajari para biksunya tentang metode dasar meningkatkan kesehatan dan membela diri.
Kung fu juga disebut gongsu atau wushu yaitu seni beladiri yang mengembangkan berbagai teknik pertempuran dan telah menjadi simbol dari sejarah panjang masyarakat Tiongkok. Namun dimasa moderen ini kung fu china menjadi olahraga tradisional dan cukup populer di dunia dan bersanding dengan beladiri Tai Chi dan Chikung.
Dua tokoh penting dibalik beladiri kung fu adalah Kingnaro dan Dharma. Kingnaro merupakan pendiri Shaolin Gada sedangkan Dharma penyebar paham Buddha Zen Tiongkok. Para seniman beladiri kung fu sejak dulu telah memaknai kung fu sebagai beladiri yang digunakan untuk tujuan damai, tidak menyerang dan bukan untuk kekerasan. Saat ini kung fu menjadi kegiatan untuk meningkatkan kebugaran dan kesehatan tubuh.
Berdasarkan sejarahnya, kung fu diciptakan oleh nenek moyang orang China sebagai alat bertahan hidup di tengah lingkungan yang penuh pertikaian. Bertempur dengan tangan kosong menjadi dasar dari kung fu yang dikemas dalam jurus serangan dan pertahanan seperti lompatan dan menjatuhkan diri.
Kung fu yang sekarang kita kenal berasal dari masa Dinasti Shang dan Zhou (1750 M – 256 SM). Sementara di masa dinasti Qin dan Han, lebih berkembang beladiri gulat serta jurus pedang dan tombak.
Kemudian di masa dinasti Song (960-1279) berkembang berbagai perguruan silat, beladiri tinju, dan keahlian menggunakan senjata. Hingga kini, jurus bela diri yang dipertunjukkan di kuil Shaolin masih asli dari tradisi kung fu Shaolin Tiongkok masa lalu. Misalnya Tong Zi Gong yang dilakukan oleh remaja guna melatih kelenturan dan kekuatan tubuh.[JX/berbagai sumber/Van]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here