“Kado” 2014, Harga Elpiji Melambung

Jakarta, Jia Xiang – Mengaku merugi dari bisnis penjualan elpiji tabung 12 kg,  PT Pertamina (Persero) menaikkan harga hingga 68 persen, yakni naik sekitar Rp3.957 per kg atau Rp47.508 per kg. Kenaikan ini diberlakukan secara serentak di seluruh Indonesia sejak 1 Januari 2014.

Sebelumnya, sejak tahun 2009 harga elpiji nonsubsidi 12 kg sebesar Rp5.850 per kg atau Rp70.200 per tabung. Dengan demikian, penetapan kenaikan harga oleh PT Pertamina membuat harga elpiji 12 kg akan menjadi Rp117.708 per tabung. Besaran kenaikan di tingkat konsumen akan bervariasi berdasarkan jarak stasiun elpiji ke titik serah (supply point).

Kebijakan kenaikan harga elpiji tersebut seakan menjadi “kado” tahun baru 2014 yang semakin membebani masyarakat di tengah ketidak stabilan ekonomi dalam negeri saat ini.

Meskipun telah menaikkan harga hingga 68 persen, pihak PT Pertamina mengaku masih akan merugi. Wakil Presiden Komunikasi Perusahaan PT Pertamina, Ali Mundakir mengatakan, setelah kenaikan harga, Pertamina masih merugi Rp2.100 per kg. Karena menurut dia, harga pokok perolehan elpiji sudah mencapai Rp10.785 per kg.

Dalam siaran pers yang diterima redaksi, Jumat (3/1/14) , Ali Mundakir menjelaskan bahwa sepanjang tahun 2013 Pertamina mencatat penjualan elpiji 12 kg sebanyak 977.000 ton. Harga pokok perolehan rata-rata 873 dolar per ton. Dengan perhitungan itu, maka perkiraan kerugian Pertamina pada 2013 mencapai Rp5,7 triliun.

“Kerugian ini tentunya tidak sehat secara korporasi. Kenaikan harga ini untuk menekan kerugian bisnis elpiji 12 kg yang rata-rata mencapai Rp6 triliun per tahun,” ujarnya.[PR/U1]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here