Kalah dari Liverpool dan Arsenal, Pacu Chelsea Bangkit

Antonio Conte (Foto: JX/BBC)

LONDON, JIA XIANG – Kemenangan 1-0 di kandang Crystal Palace Sabtu (17/12/16) adalah kemenangan Chelsea ke-11 kalinya berturut-turut di Liga Primer. Dalam sejarah klub, tidak ada manajer yang bisa mencatat prestasi hebat seperti ini.

Bahkan, Jose Mourinho (yang dianggap manajer Chelsea paling sukses) tidak bisa mencatat 11 kemenangan berturut-turut.  Bagaimana Antonio Conte melakukannya?

Conte mengungkapkan rahasia di balik penampilan fenomenal timnya di Liga Primer adalah kekalahan yang didapat dari Liverpool dan Arsenal.  Sebelum dua kekalahan ini, Conte sebenarnya  “sudah mengendus hal yang tak beres”  di tim Chelsea. Namun ketika itu, Chelsea meraih 10 poin dari 12 poin maksimal yang bisa didapat.

Manajer dan para pemain biasanya enggan mengubah formula the winning team, karena kalau memang suatu tim meraih banyak poin, untuk apa diubah?

Kekalahan dari Liverpool dan Arsenal membuat Conte makin mantap untuk menerapkan “reformasi radikal”  di tim Chelsea dengan memperkenalkan formasi 3-4-3.

“Saya tahu, ketika menghadapi Liverpool formasi tim sama sekali tidak memuaskan … juga ketika melawan Arsenal. Kami harus membayar mahal (atas kelemahan ini). Makanya saya putuskan untuk membuat perubahan. Saya tak suka dengan kekalahan yang kami catat dari Liverpool dan Arsenal,”   tegas  Conte kepada para wartawan. “Kekalahan ini mengubah saya, mengubah tim, dan mengubah klub.”

Formasi baru 3-4-3 diperkenalkan saat latihan dan semua pemain harus secara cepat dan intensif mengadopsi pola tersebut.  Untungnya, kata Conte, saat pola baru diterapkan jadwal Chelsea tak terlalu sibuk, sehingga para pemain leluasa mengadopsi dan menghafal formasi ini.

Tes pertama formasi baru adalah pertandingan melawan Hull dan Leicester City. Keduanya bisa dimenangkan dan Chelsea juga tidak kebobolan.

Tiga bulan kemudian Chelsea terus mencatat kemenangan dan jarang sekali kebobolan, fakta yang juga membuat Chelsea berada di puncak klasemen Liga Primer, unggul tujuh poin atas pesaing terdekat mereka, Manchester City.

Conte menambahkan tak mudah mengenalkan formasi 3-4-3, yang mengharuskan tim hanya memakai tiga poros halang.  Salah satu sebabnya adalah Chelsea sudah sangat terbiasa dengan formasi empat pemain belakang.

“Melakukan perubahan total itu tidak mudah … makanya saya menunggu momen yang tepat. Kekalahan dari Liverpool dan Arsenal adalah saat yang tepat untuk berubah,” ungkapnya. “Kini kami mencatat 11 kali menang, sembilan di antaranya kami tidak kebobolan.”

Lawan yang akan dihadapi Chelsea adalah Bournemouth yang digelar sehari setelah Hari Natal. Sekitar setahun lalu, Bournemouth mencatat kemenangan di Stamford Bridge, yang ikut menjadi faktor pendukung pemecatan Mourinho.  [JX/BBC/Eka]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here