Kalbar Rentan dengan Praktik Trafficking

Jia Xiang – Puluhan jalur tikus di sepanjang perbatasan Kalimantan Barat (Kalbar) dan Sarawak, Malaysia sering dimanfaatakn sebagai jalur trafficking (perdagangan manusia).

Demikian disampaikan Wakil Gubernur Kalbar Cristandi Sanjaya kepada wartawan usai sosialisasi penanganan trafficking, kamis (23/5/13).
Menurut Cristandi, jalur tikus itu jumlahnya mencapai 60 titik dan sangat sulit di awasi karena lokasinya sangat jauh dan sulit ditempuh.
“Panjang garis batas Indonesia di Kalbar dengan Sarawak Malaysia mencapai 875 KM dan disepanjang garis batas itulah terdapat jalur tikus tersebut,” papar Cristandi.

Lebih lanjut menurut Cristandi, salah satu sebab banyaknya tindakan trafficking di Kalbar karena letak geografisnya yang berbatasan langsung dengan Sarawak, baik lewat darat dan laut.
Sepanjang perbatasan baru tiga Pos Lintas Batas (PLB) yang sudah diresmikan yaitu di Laruk Sajingan di Kabupaten Sambas, Entikong di Kabupaten Sanggau dan PLB  Badau di Kabupaten Kapuashulu. Rencananya  akan dibuat lima PLB yang resmi.
Data pasti tentang jumlah trafficking di Kalbar tidak diketahui dengan pasti. Yang sekarang diketahui hanya berdasarkan kasus trafficking yang terungkap.
Namun kasus tersebut cenderung meningkat yang  korbannya  tidak hanya dari Kalbar tetapi banyak juga ayng berasal dari luar Kalbar.

Faktor lain yang mendorong maraknya kasus trafficking adalah sistem data kependudukan yang kurang baik karena banyak data yang bisa dipalsukan.

Untuk itu menurut Cristandi pihaknya sangat berharap kepada semua instansi terkait dan masyarakat untuk terus meminimalisir tindakan trafficking tersebut.[Sid/W1]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here