Kamboja Berupaya Tengahi ASEAN-Cina

(Foto: JX/Ist)

PNOM PENH, JIA XIANG – Menteri Luar Negeri Kamboja, Prak Sokhon mengatakan, negaranya bekerja di belakang layar untuk menengahi sengketa antara sekutunya, Cina, dan mitra-mitranya di Asia Tenggara soal Laut Cina Selatan (LCS).Dia juga membantah tuduhan bahwa Kamboja berpihak kepada Cina dalam pertikaian tersebut, dan menghalangi dikeluarkannya sebuah pernyataan bersama ASEAN minggu ini.
“Yang dilakukan Kamboja dalam hal ini, pertama, mempertahankan posisinya untuk tidak berpihak kepada siapa pun, dan khususnya, Kamboja memberi sumbangan besar bagi pencegahan situasi di Laut Cina Selatan semakin buruk lewat fasilitasi semua pihak,” katanya kepada wartawan di Pnom Penh, Jumat (29/7/16).
Dia mengklaim bahwa Filipina, yang baru-baru ini memenangkan arbitrase dalam pertikaiannya dengan Cina, sepakat untuk tidak memasukkan sebuah paragraf dalam pernyataan bersama itu yang mengacu pada keputusan Mahkamah Arbitrase tersebut.
Komentar-komentar Sokhon muncul, menyusul kunjungan oleh Ketua Parlemen Kamboja Heng Samrin ke Cina minggu ini, di mana dia bertemu dengan beberapa pejabat tinggi, termasuk wakil presiden.
Menlu Cina, Wang Yi, hari Senin (25/7/16) memuji langkah Kamboja untuk “abstain” dalam penerbitan pernyataan menyusul keputusan peradilan itu. Sebelumnya bulan ini, Perdana Menteri Hun Sen mengumumkan dia menyetujui bantuan dan pinjaman bernilai 600 juta dollar AS dari Cina, yang menurut laporan, merupakan imbalan bagi dukungan diplomatik dalam pertikaian LCS ini.
Cheng Vannarith, seorang analis politik untuk isu kawasan Asia Pasifik mengatakan, sulit untuk mempertahankan citra netral, sementara Kamboja terus menerima paket bantuan besar dari sekutunya di utara. [JX/VOA/Eka]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here