Kamboja “Lumpuhkan” ASEAN

(Foto: JX/theepochtimes)

VIENTIANE, JIA XIANG – Pertemuan tingkat menteri luar negeri ASEAN, gagal mencapai konsensus menghadapi pertikaian wilayah di Laut Cina Selatan (LCS). Namun mereka berupaya secara intensi melalui pendekatan diplomatik dalam tiga babak baik pertemuan formal maupun informal yang digelar pada hari Minggu (24/7/16), di Vientiane, Laos.Pertemuan 10 menteri luar negeri ASEAN itu secara marathon selama beberapa jam pertemuan tiga babak itu, akhirnya menemui jalan buntu, karena Kamboja tidak mau mengkritik Cina, ungkap seorang diplomat menjelaskan hasil pertemuan itu.
“Ini benar-benar loyal terhadap negara besar C,” ungkap diplomat itu yang menghadiri pertemuan tertutup.
Jalan buntu itu membuat rasa persatuan ASEAN pun tertekan, di sisi lain justru memperlihatkan sikap menyerah kepada Cina, yang menggunakan berbagai cara diplomatik untuk menangkal berbagai kritik internasional terhadap langkahnya di LCS. Namun langkah Cina itu justru berdampak pada keutuhan ASEAN.
“Sudah pasti, Kamboja melumpuhkan ASEAN, menyakitkan persatuan, kedekatan, relevansi dan reputasi ASEAN,” ujar Malcolm Cook, analis pada Institut Studi ASEAN, sebuah think-thank dari Singapura. “Kondisi itu membuat ASEAN terpingirkan, bukan pusat, permasalahan ini.”
Prinsip penting ASEAN adalah keputusan dengan konsensus, artinya setiap negara dapat memveto sebuah usulan. Kali ini Kamboja, sekutu dekat Cina, menggunakan vetonya. Pada tahun 2012, Kamboja telah menolak usulan penyelesaian sengketa LCS, dan berakhir dengan para menteri gagal mengeluarkan pernyataan bersama untuk pertama kalinya dalam sejarah ASEAN. [JX/theepochtimes/Eka]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here